Akreditasi Sekolah Berakhir dengan Meninggalkan Jalinan Kekeluargaan

0
220

KANDAGA.ID – Sejumlah 44 sekolah di Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Garut Kota telah selesai melaksanakan akreditasi yang dilaksanakan selama empat hari, Selasa-Jumat (22-25/10/2019), yang masing-masing sekolah diakreditasi selama dua hari.

Dengan selesainya akreditasi ini, mendapat tanggap positif dari semua sekolah dan merasa diuntungkan. Pasalnya para asesor yang melakukan akreditasi sangat berkualitas bahkan ada asesor internasional.

Buktinya, walaupun hanya dua hari akreditasi di setiap sekolah, hubungan emosional antara asesor dan sekolah terjalin sangat kental kekeluargaan.

Demikian dikatakan Kepala SDN 2 Sukanegla, Aris, S.Pd., melalui WhatsApp (WA), yang mengaku banyak menerima ilmu diberikan asesor kepada dirinya, guru dan operator sekolah.

“Selain memeriksa, asesor memberikan petunjuk cara membuat laporan juga menjelaskan perundang-undangan terutama yang berkaitan dengan 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP),” ujar Kepala SDN 2 Sukanegla, Aris, S.Pd., melalui WhatsApp (WA), Jumat (25/10/2019) malam.

Aris menjelaskan, 8 SNP sebagai standar dasar minimal pendidikan untuk mewujudkan pendidikan bermutu, cerdas, membentuk watak yang bermartabat, terencana, terarah dan berkelanjutan yang disesuaikan dengan perubahan jaman.

“8 SNP ini yaitu, Standar Kompetensi Lulusan, Isi, Proses, Pendidikan dan Tenaga Kependidikan, Sarana dan Prasarana, Pengelolaan, Pembiayaan, dan Standar Penilaian,” jelasnya.

Aris mengatakan, sekolah yang dipimpinya berada satu komplek dengan SDN 3 Sukanegla yang dipimpin Solihah Nurjanah, S.Pd., yang bersamaan diakreditasi selama dua hari, Kamis-Jumat (24-25/10/2019).

“Alhamdulillah para asesor merasa nyaman atas penerimaan pihak sekolah, walaupun hanya dua hari sudah terjalin hubungan emosional yang di rasa keluarga,” ujarnya.

Aris menerangkan, kami berdua merasa bersyukur administrasi lengkap, dan yang terpenting antara asesor dan guru serta kepala sekolah terjalin hubungan silaturahmi yang sangat baik.

“Kami melaksanakan penutupan akreditasi berbarengan diruangan yang berbeda, asesor, guru dan kepala sekolah walaupun hanya dua hari pertemuan tapi rasa kekeluargaan begitu kental sehinga ketika penutupan ini rasa haru luar biasa, sampai menitikan air mata,” pungkasnya. (Jajang Sukmana)***