Alumni SMPN 1 Sukawening Bangun Mesjid Sekolah Rp. 900 juta

0
1553

KANDAGA.ID – Jika mengunjungi SMPN 1 Sukawening di Jalan Lapang Trikarya, Desa Sukamukti, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Dipastikan akan tercengang, karena perubahannya begitu signifikan, di pintu gerbang terhampar karpet hijau yang maching dengan bangunan sekolah dominan warna hijau.

Dengan visi “Unggul dalam prestasi yang dilandasi iman dan takwa”, serta misi “Mewujudkan keteladanan dan perilaku positif dengan nuansa Islami; Mewujudkan sekolah berwawasan wiyatamandala berbasis agamis; Mewujudkan budaya tertib, aman, sejuk dan peduli lingkungan; Mewujudkan prestasi diberbagai bidang; dan Mewujudkan sekolah sehat.”

Berawal dari acara reuni para alumninya sering digelar di sekolah dari berbagai angkatan, selain dijadikan kebanggaan dan bernostalgia, apa yang telah berhasil meraih dan sukses, ingin dinikmatinya oleh para adik-adiknya serta generasi selanjutnya yang bersifat abadi.

Arsitek pembanguan masjid sekolah yang juga alumi SMPN 1 Sukawening, Mahpud mengatakan, awalnya memang sulit untuk mewujudkan pembanguan masjid sekolah, namun setelah dibuktikan akhirnya teman-teman alumni dari berbagai angkatan ikut menyumbang pembangun masjid sekolah ini.

“Para alumni dari berbagai angkatan yang dikoordinir oleh H. Ukat, selain membantu yang kurang mampu dilingkungan sekolah, juga membangun masjid sekolah berukur 25 meter ke 18 meter dilantai 2 dengan anggaran Rp. 900 juta,” ujarnya Mahpud, Kamis (31/1/2019).

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Sukaweing, Aceng Mulyana, S.Pd., M.Pd., mengatakan, pembangunan masjid sekolah ini berawal dari acara reuni tahun 2018 kemarin yang dihadiri 11 angkatan, diantaranya hadir H. Husni yang sukses usaha dibidang konveksi di Bandung, mengawali memberi sumbangan sebesar Rp. 40 juta.

“Pada waktu itu, saya mengatakan, bahwa sekarang Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dilaksanakan 5 hari kerja, sehingga KBM dimulai dari pagi hingga sore. Untuk melaksanakan sholat berjamaah di masjid sekolah harus bergiliran karena tempat terbatas,” ujar Aceng di ruang kerjanya didampigi Pengawas SMP Mulyadi.

Aceng menambahkan, pembangunan masjid sekolah dilantai 2, sedangkan di lantai 1 digunakan untuk ruangan-ruangan seperti ruang OSIS, BK, Paskibra, UKS, dan lainnya.

Selain untuk pembentukan karakter dan mengadikan habit bagi anak-anak, sudah barang tentu harus diawali dari para tenaga pendidik dan tenaga kependikan, agar mereka melihat dan menilai contoh dari mereka semua.

“Alhamdulillah, saya selaku pimpinan lebih awal memberi contoh, dan saya mengapresiasi bukan instruksi, sehingga terbangun kekeluargaan dan tidak ada jarak diantara mereka termasuk dengan anak-anak,” pungkasnya. (Jajang Sukmana)***