Bekerjasama Korem 062/Tn, Mahasiswa STIE Yasa Anggana Dibekali Wawasan Kebangsaan

0
471

KANDAGA.ID – Untuk kali pertama STIE Yasa Anggana Garut bekerjasama dengan Korem 062/Tn menyelengggarakan giat Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), dan Latihan Dasar Disiplin Mahasiswa (LDDLM) bertempat di Makorem 062/Tn, Jl. Bratayuda No. 65, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jum’at (20/09/2019).

Diawali dengan melaksanakan apel pagi, dilanjutkan latihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) oleh Denma Korem 062/Tn dan dibekali materi 4 pilar Wawasan Kebangsaan (Wasbang) oleh Mayor Inf Aat Supriatna.

Kegiatan untuk menanamkan serta menumbuhkembangkan karakter semangat juang, cinta tanah air, belanegara dan disiplin ini diselenggarakan Staf Ter Korem 062/Tn, yang diikuti 507 mahasiswa akan menerima pembekalan PKKMB dan LDDKM.

Ketua Pelaksana STIE Yasa Anggana Garut, Deri Prayudi, SE., MM., menjelaskan, pemuda adalah agen perubahan yang dapat merubah masa depan bangsa, termasuk pemuda yang tergabung dalam mahasiswa.

“Definisi mahasiswa itu sendiri adalah mereka yang belajar dan sedang menempuh pendidikan tinggi di universitas, institut, akademi, ataupun sekolah tinggi,” jelas Deri saat ditemui disela-sela kegiatan.

Deri mengatakan, mahasiswa adalah tonggak bagi bangsa, karena mereka adalah generasi penerus bangsa.

“Mahasiswa tentunya harus mampu menjadi uswatun hasanah (contoh yang baik) bagi mereka yang tidak berpendidikan tinggi,” ucapnya.

Deri berharap, mahasiswa menjadi penerus bangsa yang mampu memajukan bangsa. Sehingga perlu dipupuk karakter dengan rasa cinta tanah air.

“Cinta ranah air adalah sikap rela berkorban dan mencintai bangsa tanah kelahiran mereka,” tegasnya.

Menurut Deri, cinta tanah air harus mampu ditanamkan dalam diri para pemuda. Semakin derasnya arus globalisasi serta semakin banyaknya sifat individualisme mengakibatkan pudarnya cinta terhadap tanah air.

“Melalui kegiatan inilah diharapkan cinta tanah air itu ditanamkan, guna mencegah dampak negatif dari arus globalisasi,” pungkasnya. (Jajang Sukmana)***