KANDAGA.ID – Bupati Garut Rudy Gunawan merasa prihatin tak kala turun dari kendaraan dinasnya, kurang lebih 10 meter dari pintu masuk, melihat langsung ada seorang pasien lansia yang tengah diboyong oleh seorang satpam dan salah seorang keluarganya, tanpa bantuan kursi roda layaknya seorang pasien.

Dikutip dari Diskominfo Garut, bupati sedikit mengelus dada, bertanya kepada satpam yang sedang memboyong pasien tersebut. “Kursi rodanya di mana, kenapa tidak memakainya?” tanya bupati kepada satpam. Satpam perempuan itu menjawab, bahwa semua kursi rodanya terpakai semua.

Seketika itu pula bupati langsung mengeluarkan uang dari dompetnya sambil menyuruh ajudannya untuk membeli 3 unit kursi roda.

“Saya belikan 3 unit kursi roda supaya para pasien tidak lagi diboyong dan kesakitan jalannya, agar seluruh pegawai RSUD dr. Slamet Garut bisa cepat tanggap kepada pasien yang baru datang, jangan sampai menunggu lama, saya sudah menemukan lebih dari 2 pasien yang sakit tidak bisa jalan membutuhkan kursi roda,” tegas Rudy sambil berbincang dengan Sekda Garut, Deni Suherlan.

Kedatangan Bupati Garut, Kamis (23/04/2020), tiada lain untuk memonitor progres renovasi Gedung Puspa RSUD dr. Slamet Garut. Didampingi Sekda Deni Suherlan, Inspektur Inspektorat, Zat Zat Munazat, dan para pejabat RSU dr. Slamet, bupati meninjau beberapa ruangan yang sedang dalam proses pengerjaan.

“In Syaa Allah, Selasa atau Rabu depan akan segera bisa digunakan untuk ruang Puspa baik itu lantai 1 dan 2,” tuturnya.

Bupati Rudy juga menyempatkan meninjau beberapa ruangan, di antaranya ruang cuci darah dan berbincang dengan kepala ruangan serta petugas lainnya, dilanjutkan ke ruang persalinan dan ruang anak. Seperti biasa, bupati membagikan uang pecahan 100 ribu kepada para pasien anak. (Jajang Sukmana)***