Dua Hari Hujan, Garut Dikelilingi Bencana

0
484

KANDAGA.ID – Guyuran hujan deras selama dua hari, Sabtu-Minggu (23-24/2/2019) mengakibatkan sejumlah wilayah di Kabupaten Garut terkena bencana diantaranya tanggul penahan air yang sedang dibangun jebol di Kp. Cisaat Bancey RT 02/06 Desa Cijolang Kecamatan Bl. Limbangan, Minggu (24/2/2019).

“Dengan kejadian tersebut mengakibatkan jalan Desa dari Kp. Pulo menuju Kp. Sudi dan Cipicung tidak bisa delewati kendaraan roda 4 karna tertutup lumpur, dan aliran air lumpur mengalir ke sawah yang sudah diolah siap tanam teremdam lumpur serta kolam ikan,” tutur Babinsa Desa Cijolang, Serma Ansori.

Serma Ansori menambahkan, guna mengatisipasi kejadian tersebut, pihaknya berkoordinasi dengan aparat desa melaksanakan kerja bakti bersama warga masyarakat melakukan pembersihan lumpur yang menutup jalan, serta menutup tanggul dengan karung untuk menahan air tidak masuk ke jalan.

“Tidak ada korban jiwa dan proses selanjutnya ditangani oleh aparat pemerintahan Desa Cijolang,” pungkasnya.

Hari sebelumnya, Koramil 15/ Cisurupan melaporkan, telah terjadi bencana banjir lumpur di sepanjang Jl. Raya Cisurupan tepatnnya Kp. Ciharemas, Desa Cisero Kecamatan Cisurupan, sekitar pukul 18.30 WIB, Sabtu (23/2/2019)

Banjir lumpur kurang lebih sepanjang 100 Meter dengan ketinggian 60 cm yang disebabkan oleh intensitas curah hujan yang cukup tinggi dan tersumbatnnya parit Ciharemas. Sehingga air bercampur lumpur terus meluap menutupi/menimpun Jl. Raya Cisurupan.

Akibat dari kejadian tersebut 6 Kendaraan terjebak lumpur dan arus lain dari kedua arah tidak bisa dilalui dari jam18.30 s/d 22.32 dilakukan evakuasi kendaraan dan pembersihan lumpur menggunakan alat berat oleh Dinas BPBD, PUPR, Tim Sar, Dinsos Kabupaten Garut beserta unsur Forkopimcam Kecamatan Cisurupan dengan dibantu oleh warga masyarakat sekitar.

Di hari yang sama, Babinsa Desa Sukamaju Kecamatan Cilawu, Serda Suwarno, melaporkan pada pukul 18.00 WIB telah terjadi retakan tanah sepanjang 100 meter diameter sekitar 50 cm, bentuk wilayahnya tebing tepatnya di Kp. Jeruk Mipis RT 06 dan 05 RW 09 Desa Sukamaju, Kecamatan Cilawu.

“Retakan tanah akibat curah hujan yang cukup tinggi, dan ditebing tersebut ada beberapa rumah hingga sampai dasar tebing, juga pemukiman padat penduduk,” tutur Serda Suwarno, Sabtu (23/2/2019).

Menurut laporannya, dari atas tebing hingga dasar tebing diperkirakan tingginya 15 meter. Diatas tebing juga ada pemukiman penduduk.

“Langkah yang diambil oleh Babinsa, pihak Kecamatan Cilawu dan BPBD mengosongkan sekitar 35 rumah yang rawan berdampak bencana selanjutnya mengungsikan 30 KK yaitu yang berada diatas tebing 2 KK dan sekitar tebing serta bawah tebing sebanyak 33 KK 105 orang diungsikan ke tempat yang aman,” pungkasnya.

Selain itu, Bintara Piket Serka Daming Hermawanto melaporkan Pukul 18.00 WIB, akibat hujan deras telah terjadi bencana air yang meluap dari parit-parit selokan yang tersumbat sampah, dan mengakibatkan salah satu rumah warga, milik Ibu Eti dinding rumah bagian dapur jebol kena terjang luapan air selokan, Sabtu (23/2/2019).

“Tidak ada korban, kerugian materi diperkirakan Rp 10.000.000, – lokasi di Kp Kalangsari RT 4/14 Desa Mekarmukti Kecamatan Cilawu. Dan tindakan yang diambil Babinsa, camat dan warga membantu Ibu Eti diungsikan ke tetangga,” pungkasnya.

Sementara itu, di Pasirlenguy Desa Panawa Kecamatan Pamulihan pada pukul 16:30 WIB telah terjadi longsor di Kp. Pasirlengut RT. 03, RW. 03 Desa Panawa Kecamatan Pamulihan, Sabtu (23/2/2019).

Menurut laporan Babinsa, kejadian disebabkan hujan deras yang mengakibatkan, rumah milik Abdul Rohman (65 Th), terkena longsoran bagian belakangnya dengan kerugian belum dapat diperkirakan Tindakan Babinsa dan warga masyarakat bergotong-royong, dilokasi kejadian.

Sementara di Jl. Desa Kp. Cinyawar dan Kp. Bale Moyan pukul 18:00 WIB mengalami longsor dengan lebar 10 m tinggi 20 meter dan material longsor meninpa jalan raya, Sabtu (23/2/2019).

Langkah yang diambil babinsa dan pemerintahan desa melaksanakan pembersihan materil longsor dan pada pukul 19.50 WIB, jalan sudah dapat di lewati kendaraan lagi. (Jajang Sukmana)***