Eva Sofiyah, Guru PAI SMA 1 Garut Jadi Instruktur Provinsi

0
138
Eva Sofiyah, M.Pd.

kandaga.id – Luar biasa, satu-satunya pelajaran yang diajarkan di pendidikan nasional yang punya aplikasi digital sendiri hanya guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Hal ini terungkap pada Workshop Pemanfaatan Digital Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) tingkat SMA/SMK/SMP/SD Sederajat se-Kabupaten Garut di Aula SMPN 1 Garut, Jl. Ahmad Yani No. 43, Kelurahan Pakuwon, Kecamatan Garut Kota, Sabtu (27/02/2021).

Kegiatan ini, dilaksanakan dari Tingkat Nasional, Provinsi lalu Tingkat kabupaten. Instruktur Nasional adalah mereka yang lulus mengikuti TOT di tingkat Nasional, Instruktur Provinsi adalah mereka yang lulus mengikuti TOT tingkat Provinsi.

Adapun Instruktur Provinsi dari Kabupaten Garut yaitu Eva Sofiyah, M.Pd. (GPAI SMAN 1 Garut), Dindin Rustandi, S.Ag. (GPAI & Kepsek SD, Suwanda, M.Pd.I (GPAI SMKN 4 Garut).

Mereka berempat bekerjasama dengan ketua AGAII DPP Garut mengadakan workshop AGPAII Digital sejumlah 302 peserta, yaitu dengan eserta sejumlah 20 peserta secara langsung dan melalui zoommeet terdaftar sebanyak 282 GPAI.

Instruktur Provinsi, Eva Sofiyah, M.Pd. (tengah), Ketua AGPAII, Asep Ridwan Saleh, M.P.d., dan Sekertaris, Suwanda, S.Pd.I, M.Pd.I., Sabtu (27/02/2021).

AGPAII Digital ini, memuat data guru agama dalam data base secara nasional, dengan pendataan secara masif, bahkan Garut sudah ada 1400 lebih guru PAI sudah terdata di sana, dalam bentuk Kartu Tanda Anggota (KTA).

Selain itu, para guru juga dapat memanfaatkannya, karena disitu ada Rencana Pelaksanaan Pengajaran (RPP), yang sudah dibuat oleh teman-teman dari berbagai daerah dan nasional, dan itu bisa dipakai di Garut. Juga memuat berbagai kebutuhan lainnya, seperti pembuatan buku, modul dan sebagainya, termasuk keterlibatan dengan peserta didik secara virtual.

“Kata Pak Ketua, besok lusa nanti Anggota Guru Pendidikan Agama Islam (AGPAI) tidak pakai zoom lagi, tapi punya link sendiri,” terang Ketua AGPAII, Asep Ridwan Daleh, M.P.d, disela-sela workshop dengan tema “AGPAII Bergerak, Guru Hebat Bermartabat”.

Dalam workshop yang sifatnya nasional ini, semua disosialisasikan sekaligus pencerahan, seperti bagaimana KTA digital yang sudah dimiliki AGPAII ini, dipakai dan dirasakan oleh para guru-guru agama.

“Secara kebetulan sekarang belajar jarak jauh dari rumah, semua pada kebingungan, guru harus bagaimana, termasuk anak didik, maka momen ini sangat tepat untuk disosialisasikan, kalau besok lusa akan dipakai pada pelajaran,” ujar Asep Ridwan,

Khusus guru agama, dalam PAI Digital ini ada panduan, bagaimana mengajarkan, bagaimana cara berinteraksi dengan anak, termasuk juga rencana pengajaran, dan yang penting evaluasi.

Semisal, dalam hal karakter peserta didik, AGPAII akan melakukan evaluasi, anak bukan hanya sekedar menyetorkan tugas tertulis, mungkin ada tugas sifatnya seperti video, atau foto dan lain sebagainya, atau praktek.

Contoh, salah satu kegiatan Garut Magrib Mengaji (GMM), guru harus seperti apa? Guru harus menelpon orang tua, menanyakan pada Magrib ini anak-anak sedang apa? Karena sudah terbiasa mereka sedang mengaji, kemudian anak ngaji di shoot, di video, di foto, kemudian itu dilaporkan kepada para guru, jadi anak tidak bisa membohongi, bahwa mereka sedang mengaji, dan sebagainya. (Jajang Sukmana)***