KANDAGA.ID – SDIT Atikah Musaddad Al-Wasilah Garut menggelar Haflah Akhirussanah dan Puncak Perayaan P5 SDIT Atikah Musaddad Garut 2023-2024 di SOR R.A.A Adiwijaya-Ciateul, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat pada Kamis (27/6/2024).

Puncak perayaan P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) ini bertujuan untuk menanamkan sekaligus memperkuat profil pelajar Pancasila pada semua murid-muridnya, sesuai dengan tema yang diusungnya ‘”Anak Indonesia Hebat Dengan Berbadan Sehat, Berakhlak Mulia Pada Orang Tua dan Budaya Indonesia”.

Secara simbolis pembukaan, menggunakan alat musik tradisional angklung dilakukan oleh Ketua Yayasan Al-Musaddadiyah Garut, Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng., Ketua Yayasan Luhur Al-Wasilah, K.H. A. Thonthowi Djauhari, Kepala SDIT Atikah Musaddad, Suwarso, S.Ag., M.Pd., Pengawas Pembina, Pudin, S.Pd., M.Pd., dan lainnya.

Adapun dalam puncak perayaan P5 ini, murid-murid menampilkan pagelaran budaya Provinsi Jawa Barat, kampanye makanan sehat dan pentingnya vaksinasi, kampanye merawat diri dan dampak gadget yang dibawakan oleh murid kelas 1.

Selain itu, Tarian Tradisional Ondel Ondel dan Bungo Jempa, Tarian Tradisional Kolaborasi Paris Berantai dan Rasa Sayange oleh murid kelas 2, dan Pagelaran Alat Musik Tradisional Angklung oleh murid kelas 3.

Sedangkan Kampanye Birul Waalidain (cara berbakti kepada orang tua yang masih masih hidup, dan sudah meninggal) dibawakan oleh murid kelas 4, dan Pagelaran Budaya Provinsi Sumatera Barat, Sulawesi Tenggara, dan Provinsi Jawa Tengah oleh murid kelas 5.

Ketua Yayasan Al-Musaddadiyah Garut, Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng., Ketua Yayasan Luhur Al-Wasilah, K.H. A. Thonthowi Djauhari, Kepala SDIT Atikah Musaddad, Suwarso, S.Ag., M.Pd.

Suwarso selaku kepala sekolah mengharapkan, melalui berbagai aktivitas yang digelar ini dapat mendukung pengembangan karakter siswa sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

“Mudah-mudahan anak-anak Indonesia ke depan hebat-hebat, sehat, dan berakhlak mulia pada orang tuanya, serta mencintai budayanya,” tandasnya. ***Jajang Sukmana