KANDAGA.ID – Mengusung tema “Refleksikan Masa Lalu, Bergerak Maju Untuk Masa Depan yang Gemilang”, SDIT Persis Tarogong menyelenggarakan Haflatul Wada Santri Kelas VI Angkatan XXI Tahun Pelajaran 2023-2024 di Aula Syihabudin Persis Tarogong, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat pada Rabu (12/6/2024), pada angkatan ini, SDIT Persis Tarogong melepas sebanyak 112 santri.

Pembukaan Haflatul Wada dihadiri oleh Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Tarogong Kidul, Ajat Sudrajat, S.Pd., M.Pd., beserta pengawas pembina, Elin Ruslina, S.Pd., M.Pd., Pimpinan Daerah dan Pimpinan Cabang Persis Kabupaten Garut, Ketua Komite beserta jajarannya, kepala sekolah beserta guru-gurunya, para orang tua wali santri dan tamu undangan lainnya.

Ust. Diponegoro Santoso, S.Hum atas nama Pimpinan Pesantren, mengungkapkan, maksud Haflatul Wada ini adalah melepas tanggung jawab mendidik, membina dikembalikan kepada orang tuanya.

(kedua dari kiri) Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Tarogong Kidul, Ajat Sudrajat, S.Pd., M.Pd., Ust. Diponegoro Santoso, S.Hum, dan Kepala SDIT Persis Tarogong, Iyus Susanto, M.Pd.

Oleh karena itu, atas nama pesantren pihaknya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para orang tua yang telah menitipkan putra-putrinya.

“Alhamdulillah kami bisa menyelesaikan seluruh rangkaian proses pendidikan di SDIT Tarogong ini,” ucap Ust. Diponegoro.

Menurutnya, keberhasilan proses pendidikan di pesantren ini sejatinya bukan karena kehebatan kepala sekolah semata, dan guru-gurunya, melainkan karena kerjasama yang baik antara pihak sekolah pesantren, khususnya dengan orang tua.

Selian itu, siswa-siswa yang berprestasi juga sejatinya itu adalah hasil didikan dan binaan orang tua di rumah, guru-guru di SDIT Persis Tarogong hanya nambahin, dan memoles saja.

Ust. Diponegoro Santoso, S.Hum, dan Kepala SDIT Persis Tarogong, Iyus Susanto, M.Pd.

Ia mengungkapkan dua harapan yang ingin diraih oleh orang tua yaitu ingin menjadikan anaknya sholeh dan lebih baik dari orang tuanya.

“Insyaallah ke depan akan jadi generasi penerus perjuangan Persatuan Islam, menjadi generasi penerus dakwah pejuang Islam,” harapnya.

Pihaknya juga mengaku ada banyak sekali kekurangan yang nampak maupun tidak, atas nama pimpinan pesantren beserta seluruh guru dan jajaran lainnya, menghaturkan permohonan maaf atas segala kekurangan dan kesalahan.

‘Mudah-mudahan Allah mengampuni, memaafkan kami, dan kekecewaan, kekesalan para orang tua para santri tidak menjadikan beban bagi kami,” ucapnya.

Ia juga mengapresiasi kepada seluruh guru-guru SDIT Persis Tarogong yang luar biasa, dengan dedikasinya, pengorbanannya, perjuangannya bisa mendidik dan mengantarkan anak-anak.

“Insyaallah ini menjadi anak-anak yang lebih maju ke depan,” pungkasnya.

Sementara Kepala SDIT Persis Tarogong, Iyus Susanto, M.Pd., mengungkapkan, jenjang pendidikan dasar merupakan jenjang terlama yang ditempuh oleh santri. Sebenarnya sekolah lebih leluasa untuk membersamai Pendidikan mereka.

Dalam jangka waktu 6 tahun sekolah berusaha menunaikan amanat visi misi pesantren dan sekolah yaitu menjadikan santri sebagai bagian miniatur masyarakat islami dan menjadi santri yang unggul.

“Dua variable tersebut adalah tanggung jawab yang kami coba kemas dalam berbagai program kegiatan. SDIT Persis Tarogong berusaha memasuki semua celah yang kosong yang bisa disisipi aspek Pendidikan,’ ujarnya.

Meskipun demikian, pihaknya menyadari masih banyak sekali kekurangan selama membina santri ini. Hasil yang tidak sesuai ekspektasi sesekali terjadi. Dan juga kekecewaan atas kepercayaan yang telah diberikan oleh orang tua sesekali pasti ditemukan.

Santri Angkatan XXI ini merupakan santri kontributor prestasi yang luar biasa, banyak sekali capaian-capaian yang telah diraih. Banyak sekali tropi telah disumbangkan sehingga rasa syukur dan kebanggaan tak pernah hilang sepanjang tahun ajaran ini.

“Meskipun berat, kami tetap harus melepas mereka untuk melanjutkan jenjang Pendidikan berikutnya,” ungkapnya.

Pada tanggal 7 Juni 2024, sekolah telah melaksanakan rapat kelulusan sebagai legal formal prosedur yang diikuti oleh 56 guru dan tenaga kependidikan memutuskan santri Angkatan XXI yang berjumlah 112 orang terdiri atas 62 laki-laki dan 50 perempuan dinyatakan LULUS 100%.

Sebagian besar dari mereka telah terdistribusi di sekolah-sekolah dengan rincian 56 orang di MTs Persis Tarogong, 34 orang daftar di SMPN 1 Garut, dan SMPN 2 Garut, sementara sisanya telah diterima diberbagai sekolah di luar kota Garut.

Sebelum melepas ada beberapa hal yang sampaikan diantaranya permintaan maaf kepada orang tua, ucapan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah menjadi support system Pendidikan di SDIT Persis Tarogong

“Selamat melanjutkan perjuangan, melanjutkan tahapan pendidikan selanjutnya. Semoga Allah SWT senantiasa merahmati kalian semua dalam menggapai cita-cita, dan kalian tetap istiqomah menjalani kehidupan dalam kebaikan. Aamiin,” pungkasnya.

Sehari sebelumnya pada Selasa (11/6/2024), SDIT Persis Tarogong telah menggelar Haflatul Imtihan bertemakan “Santri Kreatif, Menginspirasi dengan Prestasi” yaitu penampilan-penampilan kreatifitas siswa. ***Jajang Sukmana