In House Training, SMKN 1 Garut Implementasi Paradigma Baru Pendidikan

0
139
Kepala SMKN 1 Garut, H. Bejo Siswoyo, STP., M.Pd.

Kandaga.id – Tindak lanjut dari Pelatihan Komite Pembelajaran, SMKN 1 Garut akan melaksanakan kegiatan In House Training (IHT) secara daring yang diresmikan Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah XI, Drs. H. Aang Karyana, M.Pd., dengan prokes Covid-19 di area terbuka Sasana Wibawa Mukti SMKN 1 Garut, Senin (2/8/2021).

Pada pembukaan IHT di sekolah ini dihadiri kurang lebih ada 20 orang dari 142 guru, Pengawas Bina sekaligus narasumber, H. Wawan Yogaswara, S.Pd., M.Pd., pendamping sekaligus narasumber dari Balai Besar/Balai Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BB/BPPMPV) BMTI Bandung, Niamul Huda, ST., M.Pd., para Wakasek, dan juga disaksikan para guru secara daring.

Kepala SMKN 1 Garut, H. Bejo Siswoyo, STP., M.Pd., menjelaskan dari sejumlah 142 guru yang mengikuti IHT ini dibagi kedalam 7 kelompok, dengan masing-masing kelompok kurang lebih 20 guru. Selain itu, dirinya pun mengucapkan syukur Alhamdulillah, pada IHT ini mengundang dua fasilitator Nasional yaitu, Drs. H. Nanang Yusuf Nurdin, M.Si., Dr. H. Asep Tapiv Yani, M.Pd.

“Insyaallah kegiatan ini sangat bermanfaat, untuk itu kami harapkan bapak ibu guru mengikuti dengan sebaik-baiknya,” harap H. Bejo.

H. Bejo menambahkan, kegiatan IHT ini sesuai dengan amanat Direktur SMK, Dr. Ir. M. Bakrum, M.M., bahwa kurikulum SMK dikembangkan secara fleksibel dan adaptif dalam merespon kebutuhan sumber daya manusia yang terampil dan sesuai dengan perkembangan dunia kerja.

Untuk menjawab hal tersebut, pihaknya sengaja mengusung tema “Implementasi Paradigma Baru Pendidikan pada Pembelajaran SMK Pusat Keunggulan (PK) di SMKN 1 Garut”, mulai tanggal 2 hingga 13 Agustus 2021.

Sementara itu, Ketua pelaksana IHT juga Waka Bidang Kurikulum, Hani Ariani, M.Pd., mengatakan, latar belakang Program Sekolah Penggerak yaitu mendorong satuan pendidikan dalam melakukan transformasi diri untuk meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah, dan mengembangkan hasil belajar peserta didik secara holistic, dalam upaya mewujudkan profil pelajar Pancasila. 

“Upaya pengembangan hasil belajar peserta didik secara holistic di satuan pendidikan dapat diwujudkan apabila guru memiliki kapasitas dan kompetensi yang menjadi kunci dalam melakukan restrukturisasi dan reformasi pendidikan,” ungkapnya.

Adapun capaian pelatihan IHT, lanjut Hani, peserta memahami filosofi pembelajaran yang memerdekakan, Profil Pelajar Pancasila, dan Implikasinya dalam pembelajaran. Dan diharapkan, salah satunya mampu merefleksikan nilai dan filosofi Ki Hajar Dewantara dengan perannya sebagai guru atau pendidik SMK, dan merumuskan strategi pembelajaran yang sesuai dengan nilai dari filosofi Ki Hajar Dewantara.

“Mampu mengidentifikasi keterkaitan antara profil lulusan dengan visi dan misi sekolah, program dan pembelajaran di kelas, menginvestigasi sumber daya dan tantangan wilayahnya untuk merancang projek penguatan profil pelajar Pancasila pada pada satuan pendidikan,” pungkasnya. ***Jajang Sukmana