Isolasi Mandiri, Perbuatan Kepahlawanan Luar Biasa Pasien Covid-19

0
249

kandaga.id – Seluruh mustami yang hadir dalam kesempatan itu khususnya dan umumnya Warga Negara Indonesia, untuk senantiasa menjaga keimanan dan ketakwaan kepada Allah, yaitu dengan melaksanakan semua perintah dan menjauhi segala larangannya.

Demikian ajakan disampaikan KH. Abdul Wahid, MPd., dalam khutbah Idul Fitri 1441 Hijriyah di Masjid zami As’adiyah Bayongbong Garut, Minggu (25/05/2020)

KH. Abdul Wahid, M.Pd., yang juga sebagai Pengawas Pembina Kandepag Kabupaten Garut ini menjelaskan, dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 195 yang artinya, belanjakanlah hartamu di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

“Dalam hal ini kita diajarkan untuk peduli pada pakir miskin dengan membelanjakan sebagian harta kita dengan bersodakoh,” ujarnya.

Dalam surat Al-Maidah ayat ke-32 yang artinya, barang siapa yang membunuh seorang manusia bukan karena orang itu, membunuh orang lain atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka, seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya, dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka, seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.

“Penderita yang positif Covid-19 maupun terpapar virus tersebut, dan bertahan dalam melakukan isolasi mandiri, adalah perbuatan luar biasa, dan bisa di katakan sebagai pahlawan di lingkungan, karena dengan itu, para pasen telah melindungi lingkungan sekitar bangsa dan negara,” jelasnya.

Oleh karena itu lanjutnya, apa yang kita lakukan untuk menjaga kesehatan berupa isolasi diri di rumah, bekerja dari rumah, beribadah di rumah, menjaga jarak dan tidak berkerumun (physical distancing), bahkan tidak melakukan berjamaah, dan salat Jumat di masjid dalam kondisi berkecamuknya wabah virus Corona yang tidak terkendali, demi menjaga dan memelihara kehidupan manusia, In Syaa Allah berpahala, karena hal tersebut merupakan implementasi diri dari ketakwaan kepada Allah.

“Orang yang selalu bertakwa akan diberikan solusi dalam menghadapi masalah kehidupan, serta diberikan kemudahan rezeki oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Maka sikap sabar tawakal ikhtiar dan doa dalam menghadapi musibah ini, harus terus ditingkatkan,” ujarnya.

Sebab tambah KH. Abdul Wahid, semua yang terjadi termasuk pandemik Covid-19 ini, adalah kehendak Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang tentu banyak hikmahnya.

“Pertama, kita lebih dapat mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kedua, menyadarkan manusia sebagai makhluk yang hina lemah dan tak berdaya apalagi menghadapi azab Allah di akhirat kelak. Ketiga, teguran terhadap kesombongan dan para diktator dan negara di dunia yang merasa paling hebat dan berkuasa. Keempat, rasanya kematian sudah di depan mata dan lebih dekat dengan keluarga saling menyayangi. Kelima, memperhatikan dan saling mengingatkan baik dalam kehidupan sosial maupun ritual,” paparnya.

Untuk itu, KH. Abdul Wahid mengajak kepada seluruh umat manusia untuk selalu taat beribadah dan menjaga diri dan kesehatan. (Rahayu)***