-Jaga Nilai Budaya Bangsa, Festival Nyunda Minim Peserta

0
800

KANDAGA.ID – Komunitas Kelompok Anggota Masyarakat Peduli (KAMP) Garut bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Garut menggelar Festival Rebo-Kamis Nyunda se-Jawa Barat tahun 2019, di Gedung Lasminingrat (Gedung Wanita), Jl. Jend. A. Yani No. 59, Kelurahan Pakuwon, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (21/2/2019).

Acara dibuka Kadisdik Kabupaten Garut, Totong, S.Pd., M.Si., dan Kadisparbud Kabupaten Garut, Budi Gan Gan Gumelar ini diikuti 60 peserta dari 15 sekolah jenjang SD, SMP, SMA/SMK se-Derajat.

Irno Sukarno

Ketua Panitia Irno Sukarno mengatakan, peserta festival di dominasi dari daerah yang ada di Kabupaten Garut, sedangkan dari luar kabupaten mereka pulang kembali.

“Kemarin ada yang datang peserta dari Sukabumi, tapi mereka pulang kembali karena tidak mau menginap,” ujarnya.

Irno menyayangkan untuk menanamkan, menumbuhkembangkan dan melestarikan warisan budaya bangsa ini kurang mendapat perhatian, padahal kegiatan positif untuk menjaga nilai-nilai luhur budaya bangsa, bahkan sertifikatnya pun dalam rangka memperingati “Hari Bahasa Ibu Internasional” (Poe Basa Indung Internasional), dan pelaksanaan UU Pemajuan Kebudayaan ini, ditandatangani langsung oleh Kepala Balai Bahasa Jawa Barat, Drs. Sutejo.

“Saya optimis, di tahun berikutnya peserta dari Kabupaten/Kota di Jawa Barat akan turut andil mejaga dan melestarikan budaya dan bahasa sebagai bukti jati diri orang Sunda,” harapnya.

Tiga peserta mewakili SMPN 4 Garut, Audria Arspezia, M. Rizki Pratama, dan Idan Muhammad Saalah.

Sementara itu dua dari tiga peserta mewakili SMPN 4 Garut, Audria Arspezia, M. Rizki Pratama, dan Idan Muhammad Saalah berhasih meraih juara pertama dan kedua.

“Alhamdulillah kami meraih juara, dan ini sebagai motivasi kami untuk melestarikan, menjaga budaya dan etika Sunda,” ujar peraih juara pertama Audria Arspezia usai menerima piala.

Dua perwakilan SMPN 4 Garut, M. Rizki Pratama (Juara Kedua) dan Audria Arspezia (Juara Pertama).

Menurut ketiga peserta tersebut, kegiatan seperti ini sangat baik sekali untuk menjaga dan melestarikan budaya Sunda, serta sangat positif untuk ditularkan kepada generasi muda sekarang ini.

“Kami selaku peserta dari SMPN 4 Garut siap menjadi contoh dalam beretika budaya Sunda di sekolah. Dan kami akan mengusulkan kepada pihak sekolah selain dari Rabu-Kamis Nyunda, agar seni budaya Sunda dijadikan program ektrakurikuler di sekolah,” ujar mereka serempak.

Mereka khawatir gencarnya budaya luar serta perkembangan teknologi yang sangat cepat akan mempengaruhi hilangnya seni dan budaya Sunda, yang akan berdampak terhadap kepunahan. Untuk itu, mereka mengharapkan kegiatan ini agar dan harus terus digebyarkan secara berkelanjutan.

“Kami atas nama pribadi dan SMPN 4 Garut siap jadi contoh dalam keseharian beretika Sunda, mulai di rumah dan di sekolah. Kami sebagai orang Sunda merasa bertanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan seni budaya Sunda,” semangatnya.

(Dari kiri): Laisyana Solehatunisa juara favorit, juara 3 : Felisha Arsyl (Garut Kota), juara 2 : Melody (Bayongbong), dan juara 1 : Alyani Dzikriya Azzahra (SDIT Muhammadiyah, Simpang -Bayongbong).

Sementara itu orang tua Alyani Dzikriya Azzahra dari SDIT Muhammadiyah, Simpang, Kecamatan Bayongbong, merasa tidak percaya anak kesayangannya meraih juara pertama kategori A.

“Saya gemetar ketika diumumkan, Alyani Dzikriya Azzahra meraih juara pertama, saya hampir tidak percaya,” singkatnya bangga dan bahagia yang badannya masih gemetar. (Jajang Sukmana)***

Daftar sekolah peserta Festival Rebo-Kamis Nyunda se-Jawa Barat tahun 2019 :
1. SDIT Darul Abror
2. SD Muhammadiyah 2
3. SDIT Muhammadiyah Simpang
4. SDIT Najaahan Bayongbong
5. SDN Regol 13
6. SDN Sukakarya
7. SD Sukamaju Cilawu
8. SMAN 4 Garut
9. SMAN 13 Garut
10. SMAN 18 Garut
11. SMK Teknologi Mandiri Kadungora
12. SMK Nurul Muttaqin
13. SMPN 1 Kersamanah
14. SMPN 1 Limbangan
15. SMPN 4 Garut