KANDAGA.ID – Kecamatan Tarogong Kidul keluar sebagai juara umum pada perhelatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) jenjang SD tingkat Kabupaten Garut tahun 2024, dengan meraih 2 emas, 2 perak, dan 2 perunggu.

O2SN dibuka oleh Kepala Bidang SD, Suryana, S.Pd., M.M.Pd., atas nama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut yang berlangsung di SOR R.A.A Adiwijaya-Ciateul, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat pada Rabu (28/5/2024).

Pembukaan diikuti oleh Kasi Kelembagaan dan Kesiswaan Bidang SD, Dhina Amalia Fitria, S.E., Korwil Bidang Pendidikan se-Kabupaten Garut, Korwas beserta pengawas, para kepala sekolah beserta guru kelas atau guru pendampingnya.

O2SN tingkat Kabupaten Garut ini dilaksanakan tanggal 28-30 Mei 2024 dengan lomba Atletik Kids di GOR Kanjeng Dalem Bintang, Pencak Silat di Venue Guntur, Karate dan Senam di Sport Hall, Renang di Aquatik Telaga Bodas, dan Bulu Tangkis di GOR Sport Center Maung Makorem 062/Tarumanagara, Jl. Bratayudha No. 65, Kelurahan Regol, Kecamatan Garut Kota.

Juara 1 dari masing-masing cabor akan mewakili Kabupaten Garut untuk ajang sama di tingkat provinsi Jawa Barat.

O2SN tingkat kabupaten ini sepenuhnya dipertanggungjawabkan oleh Kasi Kelembagaan dan Kesiswaan Bidang SD bersama panitia MGMP PJOK, para pendamping, wasit beserta semua yang ikut berkontribusi dalam kegiatan ini.

“Atas nama dinas pendidikan, khusus Bidang SD Kabupaten Garut mengucapkan terima kasih atas kerja keras semuanya, bisa mensukseskan kegiatan ini,” ungkap Dhina.

Menurutnya, para juara ini sebagai tonggak dan bukti bahwa hari ini adalah menjadi yang terbaik diantara yang terbaik dan telah menjadi wakil dari sekolah-sekolah masing-masing.

Selain itu, prestasi yang didapatkan para atlet ini dapat menjadi bekal untuk berprestasi lebih baik lagi, waktu masih panjang kesempatan masih banyak. Dan bagi siswa yang belum mendapatkan juara, masih banyak kesempatan, tidak hanya diraih di tingkat SD saja, tapi di tingkat SMP, masih menunggu.

‘”Saya cukup berbangga hati karena telah berhasil mendapatkan para juara, yang tentunya hasil pendidikan serta pelatihan guru olahraganya, dan para juara sudah punya modal (sertifikatnya) untuk digunakan masuk ke SMP/Sederajat yang menjadi pilihannya,” pungkasnya. ***Jajang Sukmana