Kembali Diterjang Banjir, SMPN 1 Pameungpeuk “Tenggelam”

0
819
Genangan banjir "menenggelamkan" Bangunan SMPN 1 Pameungpeuk"
Genangan banjir “menenggelamkan” Bangunan SMPN 1 Pameungpeuk

PAMEUNGPEUK, (Kandaga.id).  Akibat hujan deras yang mengguyur Garut selatan, Minggu malam (4/2)  SMPN 1 Pameungpeuk kembali terkena banjir hingga ketinggian mencapai 50 cm sampai 1 meter. Seluruh fasilitas sekolah, yakni ruang kelas, kepsek, perpustakaan dan ruang guru terendam banjir. KBM pun lumpuh hari ini.  Setiap terjadi banjir, personal sekolah  bahu membahu mengevakuasi barang-barang dan berkas penting lainnya serta setelah air banjir surut satu sampai dua hari sibuk membersihkan lumpur di setiap ruangan.

Alhasil dari peristiwa yang kerap melanda setiap hujan deras tersebut, sekolah yang  berlokasi di Jl. Cilauteureun Desa Jatimulya Kec. Pameungpeuk itu pun kembali meliburkan siswanya. “Ini bukan yang pertama. Setiap hujan deras pasti terkena banjir,” tutur Kepsek SMPN 1 Pameungpeuk, Yogani Hardina, S.Pd, Senin (5/2) disela evakuasi.
Di setiap kejadian, jelas Yogani, KBM praktis terganggu. Guru dan karyawan dibantu siswa sibuk membersihkan sisa sisa banjir.

Pihak sekolah kembali meliburkan KBM, karena semua warga sekolah sibuk membersihkan sisa-sisa banjir

Sumber air banjir datang dari arah pesawahan belakang dan samping sekolah dan selokan, menerjang areal sekolah melalui celah batas sekolah dengan pesawahan yang belum dibenteng sepanjang 225 meter. Banjir datang, terang Yogani dari belakang sekolah yang belum terpagar beton. Kalau dari arah depan bisa teratasi, selain sudah terpagar, kata Yogani, pihaknya telah membuat penghalang banjir berbahan besi sepanjang 10 meter. “Melalui upaya sekolah, dari arah depan banjir bisa teratasi, namun dari arah belakang dan samping sekolah untuk mengatasi banjir, kami kewalahan,” jelasnya.
Selain kerap melaporkan ke Dinas Pendidikan dan berupaya menjalin komunikasi dengan komite sekolah. Pihaknya sangat mengharapkan uluran tangan serius dari Pemkab Garut dan pihak yang peduli untuk mengatasinya. Terutama sangat mengharapkan pembangunan pemagaran dan benteng sekolah sepanjang 225 meter lagi. *** (Roy)