KANDAGA.ID – Wisuda dan pelepasan wisudawan-wisudawati SMPN 1 Garut tahun 2024 ini, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Acara sakral tersebut, sesuai hasil rapat para orang tua siswa dengan Komite Sekolah, untuk pertama kalinya dilangsungkan di Ball Room Hotel Harmoni   Garut pada Senin, 1 Juli 2024, dan dihadiri oleh para lulusan-berikut orang tua masing-masing, beserta para undangan, baik Kepala Sekolah, guru dan tenaga kependidikan, undangan serta stakeholders pendidikan lainnya.

Agenda acara dikemas sedemikian rupa, sehingga  selain secara protokoler berlangsung tertib dan khidmat, juga terasa meriah dan penuh suka cita, karena ditimpali dengan aneka suguhan kreativitas dari siswa-siswi berprestasi dan peraih berbagai lomba sejumlah ajang, baik pada tingkat lokal, provinsi maupun nasional.

Prof. Dr. H. Budiman, M.Si, M.M., sebagai perwakilan Komite SMN 1 Garut, dalam amanatnya dengan penuh rasa syukur dan bangga, menyampaikan ucapan selamat kepada segenap wisudawan-wisudawati, serta apresiasi atas berbagai prestasi yang diraih siswa-siswi SMPN 1 Garut selama ini.

“Keberhasilan tersebut merupakan buah dari tangan dingin Kepala Sekolah, kerja keras, pengorbanan serta pengabdian para guru, tenaga kependidikan dan segenap stakeholders pendidikan di lingkungan SMPN 1 Garut,” ujarnya.

Kepada para lulusan ia berharap, agar rasa syukur itu, diaktualisasikan dengan kesungguhan belajar, karena jalan menuju dermaga cita-cita masih sangat panjang dan penuh dengan tantangan, kehidupan di era digital, kendati banyak menawarkan berbagai kemudahan dan peluang, namun sarat dengan tantangan bahkan ancaman.

Terlebih lanjut ia, jika melihat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) negara kita yang masih tergolong rendah, dengan Rata-rata Lama Sekolah 8,69 tahun dan jumlah lulusan Perguruan Tinggi hanya sebesar 6,52 persen. Jika tidak segera disikapi akan menjadi bumerang  yang sangat mematikan.

Dalam kesempatan ini, ia mengingatkan pula, bahwa upaya meraih Indonesia Emas Tahun 2045, berada di pundak generasi muda (milenial). Lembaga pendidikan dan orang tua dituntut untuk bersama-sama membekali, mengawal dan mengarahkan para siswa sesuai tantangan zaman, dalam hal ini mengacu pada pembelajaran Abad ke-21, yang mengedepankan tiga keterampilan belajar, yaitu : kualitas karakter, literasi dasar dan kompetensi.

“Terimakasih kepada para orang tua murid yang telah memilih SMPN 1 sebagai tempat menimba ilmu bagi para putra-putrinya, serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para guru, tenaga kependidikan dan segenap stakeholders yang tidak pernah lelah berjuang membesarkan SMPN 1 Garut dan kemajuan dunia pendidikan,” tandasnya. ***Jajang Sukmana