Mewakili Kabupaten Garut, SMPN 4 Pakenjeng Mendapatkan PISA

0
131

kandaga.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada guru dan pemangku kepentingan terkait Programme for International Student Assessment (PISA) yang dilaksanakan di bulan Oktober – Desember 2021.

Berdasarkan pada informasi yang didapat, mewakili Kabupaten Garut, SMPN 4 Pakenjeng berkesempatan mendapat undangan dari Kemendikbud untuk Bimtek PISA bagi KS dan Admin atau Proktor TIK serta guru.

Guru yang menjadi peserta bimtek PISA tersebut diklasifikasikan berdasarkan rumpun keilmuan, Sehabudin Gunawan, S.Pd dan Herman Iswandi, S.Pd, pada keahlian TIK dan sistem evaluasi penilaian belajar, Sadid Soleh, S.Pd pada rumpun keahlian sains sedangkan Alit Susigarwati, S.Pd pada rumpun keahlian numerasi dan Dimyati S.Pd pada keahlian literasi.

Dikutip dari Letra Journal, Program for International Student Assessment disingkat PISA adalah penilaian tingkat dunia yang diselenggarakan tiga-tahunan, untuk menguji performa akademis anak-anak sekolah yang berusia 15 tahun, dan penyelenggaraannya dilaksanakan oleh Organisasi untuk Kerjasama dan Pengembangan Ekonomi (OECD).

Tujuan dari studi PISA adalah untuk menguji dan membandingkan prestasi anak-anak sekolah di seluruh dunia, dengan maksud untuk meningkatkan metode-metode pendidikan dan hasil-hasilnya, juga untuk mengetahui efektivitas sistem pendidikan dalam perspektif internasional dengan berfokus pada hasil asesmen Sains, Matematika, dan Literasi Membaca.

Kepala SMPN 4 Pakenjeng Subhan, S.Pd., M.Pd menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap apa yang didapat dari hasil bimtek bisa diterapkan di sekolah sebagai acuan dalam assesment pembelajaran serta bisa ditularkan di semua satuan pendidikan yang berada di Kabupaten Garut, Senin (01/11/2021).

Lebih lanjut, ia menyinggung soal upaya pihaknya dalam meningkatkan mutu satuan pendidikan. Diantaranya, penilaian terhadap siswa dilatar-belakangi hasil belajar murid yang mendasar (literasi, numerasi, dan karakter) serta kualitas proses belajar-mengajar dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran. ***Jajang Sukmana