Keluarga Besar SMPN 1 Cilawu Peduli, Berbagi di Tengah Pandemi 

0
635

kandaga.id – Kebersamaan serta peduli terhadap sesama, sudah membudaya di keluarga besar SMPN 1 Cilawu, Jl. Raya Genteng, Desa Margalaksana, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut. Buktinya, sudah hampir 15 tahun keluarga besar SMPN 1 Cilawu melaksanakan kurban setiap tahunnya.

Meskipun berada ditengah pandemi Corona Virus Disease (Covid -19), pelaksanaan Idul Adha 1441 Hijriyah tahun 2020 ini, justeru lebih menekankan untuk berbagi khususnya dengan lingkungan sekolah, umumnya dengan warga di sekitar sekolah.

R. Yusup Satria Gautama, S.Pd.

“Saya menyarankan kepada keluarga besar SMPN 1 Cilawu, supaya kita berbagi di situasi Covid ini, khususnya dengan lingkungan sekolah, umumnya dengan warga yang ada di Desa Margalaksana, tempat SMPN 1 Cilawu bermukim,” ujar Kepala SMPN 1 Cilawu, R. Yusup Satria Gautama, S.Pd., saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (01/08/2020).

Yusup mengatakan, semua institusi SMPN 1 Cilawu mendukung dengan kebijakan-kebijakan yang dilaksanakan oleh kepala sekolah, dan Alhamdulillah dalam pelaksanaan kurban yang rutin dilaksanankan setiap tahunnya ini, dilandasi inisiatif dari diri masing-masing, dan tahun ini menyembelih satu ekor sapi dan satu ekor kambing.

“Saya berharap, kekeluargaan dan kebersamaan serta peduli sesama ini terus terjaga dan ditingkatkan, karena kita berkaca pada matematika Allah SWT, bahwa rizki yang kita keluarkan satu akan tergantikan dengan seribu atau sejuta,” ungkapnya.

Hj. Nina Suminar, S.Pd.

Sementara itu, Hj. Nina Suminar, S.Pd., mengucapkan terimakasih kepada kepala sekolah yang telah mempertahankan kurban di SMPN 1 Cilawu yang sudah membudaya ini, semoga tahun berikutnya bertambah dan semoga SMPN 1 Cilawu lebih maju, lebih berprestasi, dan lebih cintai.

“Kekeluargaan di SMPN 1 Cilawu sudah jadi budaya, bahu-membahu antara pendidik dan kependidikan serta yang lainnya. Sehingga, tidak asing jika ada kegiatan seperti dalam pelaksanaan idulkurban ini semua turun,” jelas Hj. Nina saat ditemui sedang membuat bumbu.

Hj. Nina mencontohkan, ibu-ibu membantu menyediakan bumbu-bumbu, konsumsi, dan kebutuhan lainnya. Sementara para bapak-bapak bergotong-royong menyelesaikan hewan yang sudah di semblih. (Jajang Sukmana)***