KANDAGA.ID – Penjabat (Pj) Bupati Garut, Barnas Adjidin, menghadiri acara Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut. Acara tersebut berlangsung di Aula Hotel ANB, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, pada Kamis (11/7/2024).

Dalam sambutannya, Barnas menekankan pentingnya pembinaan terhadap ASN di lingkungan Disdik untuk memastikan kebijakan tenaga pendidik lebih terarah dalam proses belajar mengajar. Ia juga menekankan perlunya motivasi bagi para tenaga pendidik agar dapat meningkatkan kualitas pendidikan.

Barnas berharap melalui pembinaan ini, ada kesamaan target dari tenaga pendidik terhadap apa yang ingin dicapai. Menurutnya, akan sulit jika tenaga pendidik tidak dapat menyampaikan materi yang seharusnya kepada peserta didik.

“Lalu sekarang dengan teknologi, anak-anak sudah mulai paham terhadap situasi-situasi yang sangat berbeda dengan zaman dulu. Di selatan juga sekarang informasi sudah terbuka, maka harus disesuaikan dengan program pola belajar mengajar, yang tentu harus disesuaikan dengan situasi kondisi dan juga tata aturan yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan,” ujar Barnas.

Menurutnya, pendidikan akan berpengaruh terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Oleh karena itu, kemampuan tenaga pendidik menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan IPM Kabupaten Garut.

“Saya mengajak, menyemangati agar semua tenaga pendidikan ini lebih termotivasi, lebih ikhlas, dan juga terus mengembangkan pendidikan dan kemampuan, juga membuka cakrawala luas daripada informasi-informasi yang ada sekarang tentu yang positif,” ucap Barnas.

Sementara itu, Kepala Disdik Kabupaten Garut, Ade Manadin, menuturkan bahwa mengabdi tidak cukup dengan otak saja, tetapi juga harus dari hati. Ia menegaskan bahwa pelayanan adalah bentuk pengabdian yang sangat luar biasa, sehingga berorientasi pada pelayanan menjadi poin pertama dalam core value ASN yaitu BerAKHLAK.

Ade mengungkapkan bahwa IPM Kabupaten Garut, khususnya di sektor pendidikan, menunjukkan peningkatan signifikan pada tahun 2023. Namun, ia mengakui bahwa masih perlu perjuangan lebih untuk mencapai rata-rata Provinsi Jawa Barat.

“Maka untuk itu jangan pernah lelah kerja keras, tetap lillah dalam bekerja, rizki itu hanya efek dari kerja kita, bukan di sini di otaknya ada rizki, jadi rizki itu efek dari kerja kita yang ikhlas dari hati,” tandasnya. ***Jajang Sukmana/Diskominfo Kab. Garut