“Generasi Milenial Yang Sehat, Cerdas, Kreatif dan Agamis”

KANDAGA.ID – Di penghujung tahun ajaran 2023-2024 sudah saatnya pihak TK & PG Baiturrahman 3, harus mengembalikan kembali putra-putrinya kepada orang tuanya masing-masing, setelah selesai setahun, bahkan ada yang dua tahun.

Sebanyak 98 anak angkatan ke-21 dilepas oleh lembaga TK & PG Baiturrahman 3, dan pentas seni sebagai tanda akhirnya yang digelar di lingkungannya di Jl. Adung No. 2, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat pada Sabtu (29/6/2024).

Acara ini terselenggara dari hasil kerjasama serta dukungan orang tua siswa, dan pihak panitia mengundang sejumlah tokoh penting terkait diantaranya Ketua Yayasan Pendidikan Al-Hidayah, Bunda PAUD Kecamatan dan Desa, Korwil bidang pendidikan beserta pengawas TK/SD, Ketua IGTKI dan Ketua PGRI Cabang Tarogong Kidul, serta tamu undangan lainnya.

Pembina Yayasan Pendidikan Al-Hidayah, Ir. H. Andri Krisnawan bersama Kepala TK & PG Baiturrahman 3, Tati Nurbaeti, S.Pd., MM., secara simbolis memberikan laporan hasil pendidikan.

Acara diawali dengan upacara adat Sunda yang dibawakan oleh anak-anak, sungkem dan memohon doa kepada Pembina Yayasan Pendidikan Al-Hidayah, Ir. H. Andri Krisnawan, dan Kepala TK & PG Baiturrahman 3, Tati Nurbaeti, S.Pd., MM., untuk mendapatkan barokah dalam melanjutkan pendidikannya.

Tati Nurbaeti yang akrab disapa Beti, mengucapkan terima kasihnya kepada semua orang tua siswa atas kerjasama dan dukungannya, semoga segala sesuatu yang sudah diberikan ke lembaga ini senantiasa digantikan oleh Allah SWT berlipat-lipat ganda.

“Tak ada kata yang paling indah yang patut kami sampaikan, selain ucapan selamat dan sukses, selamat menempuh pendidikan berikutnya, untuk menjemput impiannya,” ungkap Beti.

Menurutnya, ini baru awal, belum dipertengahan-pertengahan, semoga mereka para pemilik masa depan yang sedang dididik pada kesempatan ini akan melanjutkan perjuangan yang akan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia.

Ia berharap setelah dididik di TK ini, awalnya pendidikan yang utama dan durasi yang paling lama adalah pendidikan di dalam rumah tangga oleh ayah bundanya, karena taman kanak-kanak hanya sekedar membantu sekitar 2 jam setengah.

Pun demikian, pihaknya cukup bisa mewarnai membekali mereka supaya bisa menyesuaikan diri untuk melanjutkan pendidikan berikutnya.

Meskipun disadarinya masih banyak kekurangan, yang penting sudah berupaya ingin memberikan yang terbaik untuk mereka, tapi bisa dilihat dengan diberlakukannya transisi PAUD SD yang menyenangkan.

Salah satunya dibuktikan dalam penampilan anak-anak saat membacakan ayat suci Al-Qur’an, teks Sumpah Pemuda, dan teks Pancasila serta lainnya,

“Alhamdulillah anak-anak harus mampu baca tulis dan hitung sebelum waktunya, karena kecerdasan guru dan kolaborasi dengan orang tua murid, tanpa memaksa dengan media pembelajaran metode yang menyenangkan.

Ia pun berharap TK & PG Baiturrahman 3 bisa mewujudkan lembaga memberikan layanan yang sesuai dengan harapan, sesuai standar pendidikan nasional.

“Kami memohon bimbingan dari yayasan, bisa memberikan warna lebih baik, pelayanan lebih berkualitas, dan seluruh sektor yang ada di Kecamatan Tarogong Kidul,” tandasnya. ***Jajang Sukmana