Rencana KBM Tatap Muka di Garut akan Dimulai, Ayo Masuk Sekolah…!!!

0
133

kandaga.id – Setelah sekian lama seluruh kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), kini Pemerintah Kabupaten Garut telah menemukan titik terang dengan membuat rencana setelah lebaran akan dimulai Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah secara tetap muka.

Hal ini, kata Bupati Garut, Rudy Gunawan, dilakukan atas dasar kajian dari kajian Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dengan pertimbangkan sudah lebih 13 kecamatan masuk ke dalam zona hijau atau kuning, Selasa (16/3/2021).

Untuk itu, di bulan Maret ini pihaknya melakukan berbagai persiapan diantaranya membersihkan fasilitas di sekolah yang sudah lama dibiarkan dan jarang digunakan, dengan mencoba gerakan menuju ke sekolah selama sepekan mulai dari tanggal 22-28 Maret 2021.

Untuk menuju ke dalam dua bulan mendatang itu, Pemkab Garut akan menggelorakan gerakan “Ayo Masuk Sekolah, Ayo ke Sekolah”.

Selain sekolah negeri, pihaknya juga akan mengundang sekolah swasta untuk menentukan langkah-langkah yang akan dilakukan menuju dilaksanakannya kembali kegiatan belajar di sekolah, bagaimana langkah-langkah konkretnya, karena kata Bupati Rudy, kita tidak bisa untuk terus seperti ini.

Rencana Pemkab Garut ini, disambut hangat khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, bahkan telah disosialisasikan ke Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan, dan juga dalam waktu dekat akan mengadakan pertemuan dengan berbagai stakeholder pendidikan lainnya dalam persiapan rencana tersebut.

Kadisdik Totong mengucapkan terima kasih kepada Bupati Garut, Rudy Gunawan yang telah memberi dukungan dengan adanya Gerakan Ayo Masuk Sekolah, untuk launching dalam rencana ini akan dilakukan pada upacara apel pagi, Senin (22/03/2021) di Lapangan Setda Garut yang diikuti 20 peserta didik SMP, 20 peserta didik SD, dan 10 anak TK/Paud.

Rencana ini, kata Kadisdik Totong, jadi motivasi bagi sekolah, khususnya stakeholder pendidikan yang sudah dipersiapkan sebelumnya dengan menganggarkan melalui program relaksasi Biaya Operasional Sekolah (BOS) selama dua tahun anggaran yang fokus pada kesiapan protokol kesehatan. (Jajang Sukmana)***