Satu Guru SMKN 2 Garut Diberangkatkan ke Jerman

0
968

KANDAGA.ID – Kepala SMKN 2 Garut, Bejo Siswoyo, S.TP., M.Pd., merasa bersyukur salah satu guru otomotif H. Asep Hermawan, S.Pd., M.Pd., terpilih oleh pemeritah untuk mengikuti pendidikan selama satu bulan di Jerman. Dan pelepasannya dilakukan pada upacara Senin pagi di lapangan upacara SMKN 2 Garut.

“Alhamdulillah ada satu guru SMKN 2 Garut yang terpilih oleh Pusat Pengembangan Perberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Mesin dan Teknik Industri (P4TKBMTI) Bandung,” ujar Bejo di ruang kerjanya, Senin (25/2/2019).

Bejo mengatakan, ini merupakan suatu kehormatan bagi sekolah, salah satu gurunya bisa belajar di Jerman terutama untuk kegiatan kompetensi kejuruan khususnya otomotif teknik kendaraan ringan.

“Kami merasa bersyukur ada guru yang dilatih langsung di Jerman, karena kita tahu bahwa Jerman itu kan “mbahnya” teknologi khususnya otomotif. Karena semua otomotif itu awalnya ditemukan di Jerman seperti oto, langgen, kemudian ada yang di Belanda ,” jelasnya.

Menurutnya, kehormatan ini mungkin bagian dari salah satunya kegiatan yang berantai mulai dari Expo Pendidikan dan Technology (Epitech), kemudian open house yang bianya dari P4TKBMTI Bandung dan guru-gurunya juga dilatih di P4TKBMTI.

“Nah, dari guru-guru yang dilatih disana itu kan di seleksi, kita juga mengirimkan banyak, tapi karena kuotanya sedikit, kata Pak H. Asep sekitar 18 orang yang diberangkatkan ke Jerman se-Indonesia,” ujarnya.

Dirinya berharap, mudah-mudahan setalah belajar di Jerman tentang teknologi khususnya untuk otomotif itu, nanti bisa ditularkan ke guru-guru otomotif yang lainnya.

“Budaya kerjanya mungkin bisa ditularkan ke seluruh guru-guru SMKN 2 Garut, karena budaya kerja luar negeri jauh berbeda dengan budaya kita, sehingga nanti budaya kerja yang bagus di luar negeri itu, bisa ditularkan, bisa disosialisasikan,dan bisa diimplementasikan di SMKN 2 Garut,” pungkasnya.

Sementara itu, H. Asep Hermawan, S.Pd., M.Pd., mengatakan, ini sebenarnya program dari Kemendikbud Pemerintah Indonesia, dimana yang diberikatkan itu adalah guru-guru yang berprestasi berdasarkan hasil seleksi.

“Guru-guru dari instruktur nasional, mediaswara dan guru produktif dari SMK Revitalisasi yang berprestasi,” jelasnya.

H. Asep mengucapkan syukur Alhamdulillah, terpilih mewakili SMKN 2 Garut sebagai SMK Revitalisasi dari dua orang se-Jawa Barat yang diberangkan ke Jerman.

“Prestasi saya sebenarnya, kemarin ikut di pelatihan Diklat Teknik Otomotif di pendidikan TKB di otomotif P4TKBMTI Bandung, berdasarkan hasil ujian-ujian mungkin itu, terpilihlah jadi perwakilan dari SMK,” ujarnya.

Menurut H. Asep , apa yang dilakukan selama ini, mungkin bekerja secara professional, sesuai dengan apa yang kemampuannya. Dan pada saat diklat menjalaninya, melaksanakannya dengan sungguh-sungguh.

“Sebenarnya saya tidak merasa bahwa saya merasa pintar ataupun apa ya kompeten. Ini mungkin izin dari Allah, takdir dari Allah, saya mungkin terpilih menjadi perwakilan dari SMKN 2 Garut yang mengikuti program diklat ke Jerman,” ujarnya.

H. Asep mengatakan, untuk teman-teman yang lain jangan merasa bahwa oh, saya tidak mampu. Tapi, tunjukkanlah bahwa kita memang bisa melaksanakan seperti pekerjaan ataupun misalnya dalam diklat itu dengan sebenar-benarnya.

“Masalah hasil mungkin dan kemampuan itu entah nomor berapa. Tapi mungkin inilah takdir saya di takdirkan oleh Allah untuk berangkat. Ini suatu anugerah bagi saya, karena mungkin tidak semua orang yang mendapatkan kesempatan bagus ini,” pungkasnya. (Jajang Sukmana)***