KANDAGA.ID – Pelaksana Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) atau ujian akhir siswa kelas VI di SD Yos Sudarso berbeda dengan sekolah lain yang ada di lingkungan Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Garut Kota.

Sebab, sekolah yang dipimpin oleh Septian Nugroho, S.Psi., ini penilaian dilakukan berbasis proyek dengan tajuk Pekan Kreativitas (ujian) 2023-2024, serta topik “Jadilah Petang dan Jadilah Pagi”, yang memiliki tujuan agar peserta didik dapat melakukan kegiatan memelihara karya cipta Tuhan.

Hal itu terungkap dalam pelaksanaan proses penilaian kelas VI di hari pertama pada Senin (13/5/2024), dan semua siswa belajar seperti biasanya (tidak belajar secara daring).

Berbagai rangkaian ujian pun sudah disusun sedemikian rupa mulai dari indentifikasi masalah melalui problem solving, pembagian tugas kelompok, dan disertai kisi-kisi ujiannya.

Ujian dikemas dalam bentuk kolaborasi berupa Gelar Statis (IPA, Bahasa Sunda, Matematika, TIK, PPKn, IPS, dan Gelar Dinamis (Pendidikan Agama, PJOK, Bahasa Indonesia, SBdP (Seni Budaya dan Prakarya), Bahasa Mandarin, Bahasa Inggris.

Semua itu dibagi menjadi kelompok 1-4, dan dilaksanakan di aula, sedangkan untuk literasi dan numerasi menempati ruang laboratorium komputer/tertulis di kelas.

Akhir dari kolaborasi gelar statis, dinamis tersebut dilaksanakan di aula/lapangan secara bersama-sama para guru/pembimbingnya.

Sedangkan susulan ujian kolaborasi gelar statis dan dinamis (individu) di aula dan susulan ujian literasi dan numerasi di laboratorium komputer.

Dalam pembelajaran berbasis proyek ini siswa harus dapat mengidentifikasi masalah dari perubahan yang dilihat, di dengar dan dirasakan dalam memelihara karya cipta Tuhan, yang tentunya akan bermanfaat bagi diri sendiri, orang tua dan masyarakat.

“Siswa dapat mencari ide dari artikel, wawancara, membuat grafik, menunjukkan hak dan kewajiban, mencari hal yang diperjuangkan manusia, atau memanfaatkan teknologi dan informasi,” tandas Septian. ***Jajang Sukmana