SDS Yos Sudarso, Kendala Dibalik Melaksanakan ANBK Mandiri dan Ditumpangi

0
95

kandaga.id – Untuk kali pertama, satuan pendidikan melaksanakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), SDS Yos Sudarso di Jl. Ahmad Yani, Kelurahan Paminggir diantaranya, yang melaksanakan Asesmen Nasional (AN) secara mandiri dan ditumpangi oleh tiga sekolah di lingkungan Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Garut Kota.

Demikian disampaikan, Regina Mira Sri Lestari, S.Pd., yang menjelaskan, di tempat mengabdikannya, selain kepala sekolah juga ada wakil kepala sekolah (Wakasek) Bidang Kesiswaan, Bidang Kurikulum dan bidang lainnya, sebagai bentuk dalam mendukung capaian sekolah, Kamis (18/11/2021).

Regina Mira Sri Lestari, S.Pd

Selaku Wakasek Bidang Kurikulum, dirinya telah mempersiapkan perencanaan sebelumnya dalam pelaksanaan ANBK ini, mulai dari mempersiapkan anak-anak untuk mempelajari soal-soal dan mempersiapkan sarana prasarana teknis pendukung lainnya.

“Karena baru kali pertama, sudah barang tentu kita harus mempersiapkan segalanya baik dari persiapan anak-anak dan persiapan teknis lainnya,” jelas Regina, ditengah pelaksanaan ANBK SDN 3 Pakuwon yang mendapat kunjungan kepala sekolahnya, Rahmat, S.Pd.

Adapun kendala dari ANBK ini, terang Regina, adalah dari isinya dalam soal-soal penjelasan, yang mungkin kondisi anak-anak sebelumnya belajar di rumah. Sehingga, tambah Regina, ketika sekarang belajar di sekolah memerlukan penyesuaian diri, dengan memahami ulang materi-materi.dalam asesmen ini.

Selain itu, lanjut Regina, kendala secara teknis mungkin, beberapa waktu yang tertera dalam asesmen nasional itu, anak-anak kekurangan waktu dalam mengerjakan soal-soal asesmen, terutama dalam soal evaluasi untuk lingkungan.

“Soalnya banyak, tetapi waktu yang diterapkan dalam asesmen tersebut hanya sedikit,” ungkapnya.

Regina mengatakan, kurikulum yang digunakan di sekolahnya sesuai dengan ketentuan pemerintah yaitu kurikulum 2013. Tetapi kata Regina, dengan kondisi dan situasi sekarang masih pandemi, dan sekolahnya berada di ruang lingkup Yayasan Salib Suci, sudah barang tentu dalam pelaksanaan kurikulum disesuaikan dengan situasi sekarang.

Adapun capaiannya sekarang jelas Regina, adalah projects, yang nantinya anak-anak dapat menghasilkan suatu kreativitas yang tinggi.

“Anak-anak tidak hanya di latih dengan soal-soal, tidak hanya menghafal suatu pengetahuan saja. Tetapi apa yang dia ketahui, apa yang dipelajari di sekolah dapat diterapkan untuk membuat sesuatu atau karya dalam kehidupannya,” ujar Regina.

Regina mengatakan, kelebihan di SDS Yos Sudarso adalah kualitas pembelajaran dengan melatih peserta didik, tidak hanya memiliki pengetahuan saja, tetapi juga mempunyai kreativitas dan berbudi pekerti yang bagus.

“Untuk meningkatkan kompetensi, setiap hari anak mendapat pembinaan khusus, dan setiap selesai pembelajaran di evaluasi bersama-sama. Apa yang menjadi kekurangan dalam pembelajaran untuk perbaikan selanjutnya,” ucap Regina.

Bahkan bila diperlukan, lanjut Regina, pihak sekolah melakukan komunikasi dengan orang tua untuk tidak lanjut berikutnya.

“Secara formal kami sudah menjadwalkan pertemuan dengan para orang tua yaitu minggu kelima. Namun karena situasinya tidak memungkinkan untuk berkumpul, jadi lakukan secara virtual,” pungkas Regina, yang hasil dilaporkan ke pihak yayasan. ***Jajang Sukmana