“Idul Adha menjadi momen untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperkokoh silaturahmi”

KANDAGA.ID – Diawali dengan takbir, tahmid, dan tahlil, SMKN 1 Garut mengadakan ibadah qurban dan sekolah menghibahkan tiga ekor sapi kepada 21 sohibul qurban yang terdiri dari guru tenaga pendidikan dan komite SMKN 1 Garut.

Disaksikan seluruh panitia qurban, Kepala SMKN 1 Garut, H. Bejo Siswoyo, S.TP., M.Pd., secara simbolis menyerahkan tiga ekor sapi di lingkungan sekolahnya, Jl. Cimanuk No. 309A, Kelurahan Pataruman, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat pada Selasa (18/6/2024).

“Insyaallah tujuan ibadah qurban ini adalah untuk meningkatkan diri kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala, mudah-mudahan ibadah qurban yang akan kita laksanakan oleh Allah diterima sebagai ibadah korban yang kemudian di yaumul jaza nanti kita akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda,” ucapnya.

Ia berharap ibadah qurban dari tahun ke tahun dapat dilaksanakan, mungkin ini adalah tahun terakhir dirinya menjabat kepala SMKN 1 Garut karena beberapa bulan kedepan ia memasuki pekan tugas (pensiun).

Waka Bidang Humas, Asep Paridadin, S.Pd

“Mudah-mudahan lanjut pimpinan ke depan masih dapat melaksanakan kegiatan ibadah korban setiap Idul Adha,” pungkasnya.

Sementara ketua pelaksana qurban, Heri Wahyudianto, S.Pd., M.Pd., mengatakan, seperti biasa, pelaksanaan qurban di SMKN 1 Garut ini selalu melibatkan OSIS, guru, dan tenaga pendidikan dalam kepanitiaannya, serta beberapa panitia dari luar sekolah.

Selian itu, dalam kesempatan ini, H. Bejo Siswoyo menyerahkan penghormatan kepada guru purna tugas tahun 2024 yaitu Rini Ramdani, S.Pd.

Rini mengucapkan terima kasihnya kepada semuanya, sudah sangat begitu baik. Ia mengaku rumah kedua Hgpaling nyaman, dari sekian puluh tahun mengabdikan diri.

“Di sini suka-suka banyak sekali, hal yang tidak bisa dilupakan seumur hidup, terutama ruang guru, ruang yang sangat bersejarah untuk saya,’ ungkapnya.

Dirinya memohon maaf kepada teman-temannya, dan anak-anak, sangat banyak berperilaku yang tidak berkenan di hati, tidak baik di sini, tidak bisa menjadi contoh untuk semua, tapi dari semua itu, tidak selalu di sengaja, tidak di sadari.

“Mohon maaf teman-teman, anak-anakku, semoga perginya saya dan dari sini bukan pergi untuk selamanya, tapi Insyaallah silaturahmi akan tetap terjaga,” ucapnya.

Menurut Rini, teman-temannya, terutama ibu-ibu yang sangat hebat di sini, selalu menjadi ibu guru yang hebat,menjadi panutan untuk anak-anaknya.

“Mudah-mudahan Allah SWT, membalas semua kebaikan semuanya, terima kasih, saya undur diri dari, mudah-mudahan ini jadi pembelajaran yang sangat berharga untuk saya, dan jadi bekal saya melangkah ke dunia yang baru,” pungkasnya. ***Jajang Sukmana