Taman Satwa Cikembulan Garut Sepi Pengunjung

0
216

Petugas tengah memeriksa suhu tubuh pengunjung di gerbang masuk Taman satwa Cikembulan Kadungora Garut.

Kandaga.ID- Tingkat kunjungan wisatawan ke Taman Satwa Cikembulan (TSC) Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat, jauh lebih sedikit dibanding liburan serupa sebelum Pandemi Covid 19.

Manajer TSC, Rudi Aripin, SE, mengungkapkan, total pengunjung ke tempat wisatanya selama liburan dari Tanggal 28 Oktober hingga 1 November 2020, hanya sekitar 2500 orang.

Anak singa tumbuh sehat di Taman Satwa Cikembulan.

” Tingkat kunjungan masih jauh lebih sedikit dibanding liburan panjang sebelum Pandemi Covid 19. Biasanya pengunjung liburan panjang  itu bisa mencapai 10 ribu orang,” Ungkapnya, dihubungi via telephone selularnya, Ahad (01/11/2020).

Bayi Kakatua Maluku yang baru menetas dua bulan lalu, masih dalam sarangnya.

Meski demikian, Ia tetap bersyukur dengan kondisi yang ada, terlebih telah dibukanya akses jalan menuju TSC yang sudah selesai perbaikannya, yakni akses dari Jalan Cigunung Agung, Kecamatan Kadungora, maupun dari Alun alun Kecamatan Leles.


“Alhamdulillah akses jalan sudah dibuka dengan kondisi yang lebih baik. Ini menjadikan pengunjung lebih nyaman, karena jalannya mulus sekarang,” Katanya.

Rudi juga mengaku gembira, dengan adanya kelahiran burung Kaka Tua Maluku berjambul kuning pada bulan Juli lalu.

” Kakatua Maluku ini beda dengan Kakatua Papua, jenis Maluku termasuk sulit berkembang biak. Ini juga sudah kita pelihara dari Tahun 2007 baru sekarang beranak satu,” Imbuhnya.

Ditambahkannya, sesuai anjuran pemerintah, pihaknya terus memperketat protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid 19. Pengunjung yang tidak memakai masker dilarang masuk.

” Tapi kita sediakan masker, dan harus cuci tangan pakai sabun, sebelum masuk dan setelah melakukan aktifitas. Di pintu masuk juga kita ukur suhu tubuhnya, dan kami minta mereka untuk jaga jarak, dengan tidak berkerumun,” Imbuhnya.

Saat jumlah satwa yang dilindungi, maupun yang tidak dilindungi yang menhuni lahan seluas 5 hektar itu, 449 ekor terdiri dari 3 spesies. (Jay).