Tidak Hanya Jadi Lokomotif Informasi, KIM Juga Harus Melek Teknologi

0
251

kandaga.id – Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) diharapkan tidak hanya menjadi lokomotif informasi, namun juga harus melek tekonologi.

Harapan itu disampaikan Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman, di hadapan para kepala desa dan aparatur desa, di Kecamatan Malangbong, Selasa (21/07/2020), dalam acara Sosialisasi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dan Bedah Informasi Desa (BID), digagas Forum Komunikasi Kelompok Informasi Masyarakat (FK-KIM) Kabupaten Garut dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Garut.

Kang Helmi –sapaan akrab wakil bupati — mengatakan, dalam AKB, suka tidak suka, siap tidak siap masyarakat dipaksa harus menguasai teknologi. Maka, KIM di desa harus menjadi terdepan dalam penguasaan teknologi, selain tugas utama KIM dalam memberikan informasi yang benar. KIM bisa menjadi kepanjangan lidah dalam mendiseminasikan informasi desanya masing-masing, terlebih dalam AKB di masa pandemi Covid-19 ini.

Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman, memberikan arahan dalam Sosialisasi AKB dan BID, di Aula Kecamatan Malangbong, Selasa (21/07/2020). (Foto : Yogi Budiman/Diskominfo Garut)

Kang Helmi mengingatkan semua yang hadir, virus ini sangat mematikan dan hingga kini belum mereda. “Saya mengingatkan, ini bukan konspirasi, tapi ini benar-benar nyata,” tegas Kang Helmi yang juga dokter ini.

Covid-19, imbuhnya, kini proses penyebarannya sudah masuk dunia pendidikan. Untuk itu, dibutuhkan protokol kesehatan yang benar-benar diterapkan, mulai dari cuci tangan dengan sabun dan air bersih, menjaga jarak fisik (physical distancing). “Pemulihan ekonomi ini bakal terganggu apabila masyarakat mengabaikan protokol kesehatan,” tegasnya.

Kang Helmi menekankan, KIM desa nantinya harus terkoneksi dengan kabupaten, sehingga bila terbina, perannnya bisa mengikis informasi hoaks. “Saya berharap ini adalah kelompok yang betul-betul nanti di kampungnya atau di desanya menguasai teknologi informasi, ini akan menjadi motor penggerak informasi di desanya masing-masing,” pungkasnya.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Kabupaten Garut, Yeni Yunita, menuturkan, pihaknya secara marathon melakukan sosialisasi
AKB di masa pandemi Covid-19 di beberapa kecamatan, dengan tujuan agar masyarakat paham dalam menyikapi pandemi covid-19. Peran KIM di desa menjadi bagian dalam upaya penyadaran masyarakat dalam menghadapi AKB ini.

Diskominfo Kabupaten Garut sendiri menargetkan tahun ini minimal terbentuk 84 KIM desa di 42 Kecamatan, pasca terbentuknya FK-KIM di 42 Kecamatan. (Jajang Sukmana/mediacenter.garutkab.go.id)***