Wisuda II Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut

0
408

KANDAGA.ID-Penghujung tahun 2019 tercatat sebagai tahun kedua Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut menggelar prosesi wisuda. Sebanyak 590 wisudawan/wisudawati dikukuhkan pada tanggal 28 Desember 2019. Jumlah ini terdiri dari 531 lulusan program sarjana, dan 59 lulusan program pascasarjana (magister).

Berlokasi di Aula Rektorat IPI Garut, acara ini berlangsung khidmat. Terlebih saat Dr. Nizar Alam Hamdani, M.M., M.T., M.Si. selaku Rektor, mengukuhkan dan memberi penghargaan kepada wisudawan/wisudawati terbaik, yakni Yomi Chaeromi (S-2 Teknologi Pendidikan), Hasna Fadhilah (S-2 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), Fitri Ayu Febrianti (S1-PGSD), Nidha Handa Resta (S-1 Pend. Biologi), Ega Dwi Utami (S-1 Pend. Matematika), Eti Riyansari (S-1 Pend. Bahasa dan Sastra Indonesia), Isna Milah (S-1 Pend. Pancasila dan Kewarganegaraan), Dea Febriana (S-1 Pend. Bahasa Inggris), dan M. Faisal Nugraha (S-1 Pend. Teknologi Informasi).

Kabar lainnya, pada tahun ini program studi PGSD memiliki lulusan untuk pertama kalinya. Hal ini dikarenakan PGSD menjadi program studi yang terbilang cukup baru, berdiri sejak tahun 2015. Menariknya, pada salah satu rangkaian acara, program studi ini mempersembahkan buku pertama yang berjudul “100 Kisah, 1000 Inspirasi”. Buku ini menyajikan perjalanan para pahlawan insan cendekia di Kabupaten Garut, yang ditulis langsung oleh mahasiswa PGSD angkatan pertama, melalui bimbingan Herdi Mulyana, M.Pd, dan di bawah naungan program studi. Tentunya, menjadi kebanggaan tersendiri bagi pihak IPI Garut, sebab momen ini belum pernah ada sebelumnya.

Sejatinya, prosesi wisuda bukan sekedar memindahkan tali toga, namun terdapat perjuangan yang tidak mudah. Dalam prosesnya, acap kali ada perasaan ingin menyerah. Namun, melalui wisuda ini bukan berarti semua perjuangan berakhir sudah. Mengutip dari pernyataan Rektor, “Hari ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan sebagai awal pengembaraan keilmuan untuk diujiterapkan dalam kehidupan nyata”. Tentu, “pengembaraan” sebenarnya segera dimulai. Melalui perjalanan panjang ini, para lulusan diharapkan dapat menyemestakan cakrawala berpikirnya, membumikan ide cemerlangnya, dan meleburkan dirinya di tengah masyarakat. (Fitri Ayu)***