Mengisi Kekosongan 8.825 ASN PPPK, PHK2I Selenggarakan Try Out

0
146

Kandaga.id – Ada 8.825 tersedia dalam perekrutan ASN PPPK masih kosong, kekosongan ini menjadikan PR besar bagi pemerintah Kabupaten Garut untuk mencari solusi dengan formula yang tepat dalam mengantisipasinya, sedangkan sisa Katagori 2 (K2) di Kabupaten Garut yang belum lolos di kisaran 800-an.

Pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan Kabupaten Garut harus mempersiapkan para guru honorernya baik yang tidak lolos pada perekrutan pertama, dan kedua, juga mereka yang belum mendaftarkan sama sekali, untuk mengisi kekosongan formasi guru, dengan mengangkat guru honorer melalui seleksi Guru ASN sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Salah satu solusi, Dinas Pendidikan, PGRI dan Dewan Pendidikan menggandeng lembaga, forum atau organisasi profesi keterkaitan dengan masif, untuk melakukan pelatihan, membina dalam menempa keterampilan dan kecerdasan para tenaga honorer, terutama yang sudah menginjak usia lanjut jadi prioritas utama.

Seperti yang dilakukan Perkumpulan Honorer Katagori 2 Indonesia (PHK2I) Kabupaten Garut, hari ini menggelar Try Out (TO) kepada 75 tenaga honorer di Gedung Pendopo, dengan dibuka Ketua PGRI Kabupaten Garut, dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, dan jajaran Dewan Pendidikan Kabupaten Garut, Kamis (04/03/2021).

Kadisdik Totong, S.Pd., M.Si., merespon positif atas penyelenggaraan try out PHK2I ini, bahkan dirinya berharap banyak pada para peserta try out semuanya masuk dalam pengisian kekosongan ASN PPPK ini.

Pihaknya akan terus berupaya memotivasi, mendorong para guru honorer supaya dapat masuk dalam rekrutmen ASN PPPK, namun itu semua tergantung pada dirinya sendiri, karena yang menentukan lulus tidaknya hanya dirinya sendiri. Untuk itu, Kadisdik Totong meminta kepada semua peserta try out untuk fokus.

Try out yang dilakukan PHK2I ini bertujuan melatih diri para tenaga honorer untuk bisa membahas soal secara langsung, karena kata Ketua PHK2I Kabupaten Garut, Cecep Kurniadi, S.Pd.I., kebanyakan bpara tenaga honorer sudah pada sepuh, dan kapasitah menggunakan teknologi sebagian kecil masih ada yang tidak bisa, maka perlu dipandu secara manual.

Dengan try out ini, pihaknya memberikan semangat kepada rekan-rekan K2 supaya bisa percaya diri, untuk dapat berkompetisi dengan yang berusia lebih muda, maka PHK2I mempersiapkan semangat terutama dalam hal mental dalam berkompetisi.

Selain itu, dengan hadirnya serta dari para pimpinan ini, seperti Bupati Garut, Kadisdik, Ketua PGRI, dan dewan pendidikan, itu dapat menimbulkan semangat tersendiri bagi para peserta try out. Dengan semangat, Cecep mengajak untuk berjuang bersama demi kelancaran nasib kita kedepannya. (Jajang Sukmana)***