Mewujudkan Visi “Berkarakter”, SMPN 1 Leles Canangkan Fasilitas dan Layanan Berkualitas

0
423

KANDAGA.ID-Pagi yang sejuk menjadi saksi terealisasikannya program “Gerakan Embun Pagi” di SMPN 1 Leles. Berlokasi di Jl. Raya Leles No. 07, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, para pendidik menyambut hangat kedatangan anak-anak didiknya. Budaya santun ini diharapkan dapat menumbuhkan penghayatan warga sekolah terhadap nilai-nilai luhur bangsa.

Sekolah Menengah Pertama yang berdiri di atas lahan seluas 8.820 m2 ini, memiliki visi “berkarakter”, yakni bernuansa religius, kokoh, akhlaqul karimah, rasional dalam amaliah dan karya, serta tanamkan edukasi responsif. Dalam rangka mewujudkan atmosfer sekolah yang berkarakter, pihak sekolah senantiasa memberikan yang terbaik untuk anak didiknya, baik dari segi fasilitas maupun layanan kemanusiaan yang berkualitas.

Membahas tentang fasilitas, tentunya menjadi salah satu prioritas lembaga pendidikan ini. Agar terwujudnya pendidikan yang berkualitas, sekolah ini mengoptimalkan segala potensi sarana prasarana yang ada. Terdapat beberapa ruangan yang dapat menunjang proses pembelajaran ini, dimulai dari ruang laboratorium IPA, laboratorium bahasa, laboratorium komputer, multimedia, ruang kesenian, ruang serbaguna, dan perpustakaan.

Selain menyediakan sarana fisik yang relevan, sekolah yang berdiri sejak tahun 1959 ini selalu menampung aspirasi dan memayungi potensi anak didik dalam bentuk organisasi. Beberapa ekstrakulikuler yang dinaungi, meliputi pramuka, PMR, drumband, voli, badminton, karate, musik, basket, tenis, catur, seni rupa, dan beatbox.

Deretan ekstrakulikuler ini tidak hanya menyalurkan potensi, namun berhasil pula menghantarkan anak didik menuju gerbang prestasi. Prestasi ini meliputi bidang seni, kejuaraan atletik, hingga penghargaan dari kompetisi bergengsi lainnya.

Ketercapaian ini tidak lepas dari kontribusi para pahlawan insan cendekia yang luar biasa. Dimulai dari Drs. Sarif Nuroni, M.Pd. selaku kepala sekolah, jajaran pendidik sebanyak 56 orang, dan tenaga kependidikan yang berjumlah 14 orang. Dengan penuh semangat juang, pihak yang terlibat dalam formasi ini senantiasa memberikan layanan kemanusiaan untuk anak didiknya, sehingga dapat mewujudkan sekolah yang berkarakter, sesuai dengan visi yang diusung. (Fitri Ayu)***