ACT Implementasikan Gerakan Sedekah Pangan Nasional pada Guru Honorer

0
373

kandaga.id – Sebagai pedulian terhadap sesama, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kabupaten Garut, melalui Gerakan Sedekah Pangan Nasional berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, memberi sedekah kepada 30 guru honorer di Kecamatan Garut Kota.

Sedekah dengan label, “Bangkit Bersamaku Selamatkan dan Mandirikan Bangsa, serta Beras Wakaf” diberikan kepada masing-masing 5 guru honorer SMP, TK, dan Kober, serta 15 guru honorer SD ini dilakukan di Auditorium PGRI Cabang Kecamatan Garut Kota, Senin (29/03/2021).

Penyerahan secara bergiliran dilakukan oleh Ketua ACT Kabupaten Garut, Mohammad Dani Ramdani, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut yang diwakili Kabid SD, H. Entib Satibi, S.Ip., M.M.Pd., Ketua PGRI Kabupaten Garut yang diwakili Sekretaris Umum, Ma’mun Gunawan, Korwil Pendidikan Kecamatan Garut Kota, Anita Istiani, S.Pd., M.Pd., Ketua PGRI, Amat, Ketua Fagar, Adeng Sukmana, S.Pd., dan para pengawas, dengan dihadiri pengurus PGRI Cabang Kecamatan Garut Kota, Ketua K3S, H. Ahmad, S.Pd.SD.

Kegiatan ACT sudah lama melakukan bantuan kemanusiaan, dan baru 5 bulan ACT Gerakan Sedekah Pangan Nasional dengan sasaran pada pendidikan, karena kian hari kian terjadi bencana akhlaq, yang berakibat pada kualitas dan kuantitas generasi bangsa.

Memperhatikan hal, kata Ketua ACT Kabupaten Garut, Mohammad Dani Ramdani, pihaknya merasa terpanggil melihat bencana yang menimpa masyarakat akibat Covid-19, baik dari sisi ekonomi maupun moral. Dan memohon doa di bulan Ramadhan ini ACT akan memberikan insentif kepada 1.000 guru honor.

Sementara itu, Kabid SD, H. Entib Satibi atas nama Kadisdik mengucapkan terima kasih kepada ACT yang begitu respon terhadap kemanusiaan, yang telah dan akan dilakukan ACT, semoga lancar.

“Semoga bantun yang diberikan ACT ini menjadi amal kebaikan, dan dibalas Allah SWT,” ungkap H. Entib, banyak orang lupa karena tidak terlihat sakit, padahal dirinya sedang sakit.

Selain itu, dirinya mengingatkan dengan program pemerintah Gerakan Ayo Masuk Sekolah, agar sekolah menyimpan segala sesuatunya untuk menyambut belajar tatap muka setelah Idul Fitri 1442 hijriah mendatang. (Jajang Sukmana)***