Besok Pagi, Bupati Garut akan Mengundang Calon Kadisdik Hasil Public Hearing

0
188

kandaga.id – Sebanyak 96 orang melakukan audiensi publik (Public Hearing) kepada tiga calon Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Garut di Fave Hotel, Jl. Cimanuk No. 338, Sukagalih, Kec. Tarogong Kidul, Jum’at (24/12/2021). Mereka hadir atas surat undangan Dinas Pendidikan Kabupaten Garut dengan surat nomor : 005/2422-Disdik.

Dipimpin Bupati Garut, H. Rudy Gunawan, Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman, dan Asda I, DR. H. Suherman. Public Hearing ini dihadiri ketiga calon Kadisdik yaitu Ade Manadin, S.Pd., M.Pd., Dr. Budi Suhardiman, M.Pd., dan Ma’mun, S.Pd. M.Pd.

Bupati Garut, H. Rudy Gunawan

Usai acara, Bupati Rudy mengatakan, audiensi publik ini bersifat tanya jawab dari semua stakeholder. Dan ada sekitar 20 berbagai pertanyaan yang disampaikan kepada tiga calon Kadisdik. Dan hasilnya, terang Bupati Rudy, besok pagi akan di undang.

Ditempat yang sama, Asda I yang merangkap menjabat Plt Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Garut, DR. H. Suherman, SH., M.Si., mengatakan, Public Hearing ini sebuah langkah yang positif dengan mengundang semua pemangku kepentingan terhadap kemajuan pendidikan.

“Alhamdulillah, barusan memberikan pertanyaan serta masukkan untuk ketiga calon Kadisdik. Dan itu akan jadi bahan pertimbangan pimpinan (bupati dan wakil bupati),” ujar Plt Kadisdik, H. Suherman.

Plt Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Garut, DR. H. Suherman, SH., M.Si.

Jadi, lanjut Plt Kadisdik, langkah ini sangat luar biasa, betul-betul fair, dan siapapun diantara mereka, tentunya hanya satu catatannya. Siapapun yang nanti jadi, ucap H. Suherman, merupakan ketentuan Allah, dan Allah tetapkan.

“Siapapun yang jadi, itu adalah kehendak Allah. Mudah-mudahan membawa martabat dan marwah Pendidikan Kabupaten Garut, menuju Garut taqwa, maju dan sejahtera,” ucapnya.

Meskipun pada akhirnya dipilih oleh bupati dan wakil bupati, tambah Plt Kadisdik, H. Suherman, itu merupakan masukan yang sangat berharga, dan menjadikan rule model untuk kepala pendidikan yang akan datang. ***Jajang Sukmana