SDS Muhammadiyah 2, Didik Siswanya Berakhlakul Karimah

0
25

GARKOT, (kandaga.id).- Kemeriahan pelepasan kelas VI dan kenaikan kelas tahun ajaran 2021-2022 serta tasyakur khitanan massal ke-10 SDS Muhammadiyah 2 Kecamatan Garut Kota, berlangsung di lingkungan sekolah, Rabu (22/6/2022).

Pembukaan dihadiri Wakil Bupati Garut yang diwakili Camat Garut Kota, Drs. Teten Sundara, M.Si., Ketua PCM Garut Kota, Asep Irfan, S.Ag., anak dan orang tua kelas 1-6, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Camat Teten menyampaikan permohonan maafnya Wakil Bupati tidak dapat menghadiri karena ada sidang Paripurna di DPRD Garut.

Selain itu, Camat Teten mengapresiasi terhadap SDS Muhammadiyah 2 yang telah mengambil langkah dalam mencetak anak didiknya berakhlakul karimah, dan langkah ini jarang dilakukan sekolah-sekolah lain.

“Memang membangun SDM itu paling sulit daripada membangun fisik, terutama perilakunya, namun di SD Muhammadiyah 2 ini selain mendidik karakternya juga sisi sosialnya,” ucapnya.

Untuk itu, Camat Teten mengucapkan terima kasih kepada SD Muhammadiyah 2 yang telah meringankan beban 28 orang tua dengan bakti sosial khitanan massal ini.

Ketua PCM Garut Kota, Asep Irfan, S.Ag., juga memberikan apresiasi kepada panitia dan seluruh jajaran SD Muhammadiyah 2. Dia berharap agenda rutin khitanan massal yang sempat terjeda, mungkin karena Covid ini, bisa dipertahankan dan direalisasikan kembali setiap tahunnya. Karena, lanjut Asep, kegiatan ini dapat memberikan kemanfaatan khususnya bagi masyarakat yang ada di sekitar lingkungan SD Muhammadiyah 2.

“Kami hanya bisa memberikan doa, mudah-mudahan kegiatan ini merupakan kegiatan kebaikan yang nilai-nilai kebaikannya itu dibalas Allah SWT dengan berlipat ganda,” pungkasnya.

Sementara Kepala SDS Muhammadiyah 2, H. Ahmad, S.Pd.SD., mengatakan, selain melepas sebanyak 109 siswa dan kenaikan kelas, juga memberikan penghargaan kepada siswa ranking sepuluh besar.

Selain itu, H. Ahmad juga menerangkan, tasyakur khitanan massal ini terlaksana dari hasil pengumpulan seluruh siswa, yang dalam seminggu dua kali, anak-anak mengumpulkan uang jajannya antara Rp. 500 hingga Rp. 2.000.

“Alhamdulillah dari pengumpulan setahun ini, kami dapat melaksanakan bakti sosial sunatan massal untuk masyarakat sekitar dan keluarga guru,” terang H. Ahmad. Untuk itu, H. Ahmad mengucapkan terima kasih kepada seluruh orang tua atas donaturnya. ***Jajang Sukmana