Sekolah tidak Memenuhi Prokes, Sanksi Penutupan Menanti

0
61

kandaga.id – Sebagai bentuk tanggungjawab, Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Garut Kota, Anita Istiani, S.Pd., M.Pd., secara mandiri melakukan monitoring Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) ke beberapa sekolah selama PTM Terbatas di masa transisi, Senin (30/08/2021).

Diketahui, sebelum pelaksanaan PTM pihaknya telah melakukan koordinasi dengan gugus tugas Forkopimcam, Forkopimda dalam hal protokol kesehatan Covid-19. Untuk itu, dirinya terus melakukan pemantauan dan pengecekan sarana prasarana termasuk kesiapan tim gugus tugas sekolah, dengan melihat kondisi riil di lapangan.

Sejauh ini semua sekolah di lingkungan Korwil Kecamatan Garut Kota melaksanakan PTM, namun jika ada sekolah yang belum memenuhi standar SOP protokol kesehatan Covid-19, dirinya tak tanggung-tanggung akan memberikan sanksi penutupan sementara.

Dari sekian banyak sekolah yang di monitoring, hanya Komplek SDN 3, 4, 5 Sukamantri yang mendapat apresiasinya, pasalnya kompleks sekolah ini menerapkan disiplin dan terpantau selama PTM Terbatas.

Saking tertariknya, tim gugus tugas sekolah diajak Korwil Anita untuk berfoto bersama dengan fokus pada belakang rompi yang bertuliskan title sekolah, yang dianggapnya sebagai kewibawaan dan keseriusan dalam melaksanakan PTM.

Sarana prasarana di dalam Komplek SDN 3, 4, 5 Sukamantri sudah sesuai SOP protokol kesehatan, tidak ada lalu lalang peserta didik karena jika sudah selesai belajar mereka di suruh langsung pulang ke rumah.

Di dalam lingkungan sekolah hanya ada kepala sekolah, guru, tim gugus tugas sekolah serta peserta didik, itupun datang dan pulangnya diwajibkan mencuci tangan menggunakan hand sanitizer atau sabun dengan air mengalir yang sudah disediakan pihak sekolah.

Di pintu gerbang sakola ada penjagaan, dan siapapun yang masuk kompleks sekolah, tim gugus tugas sekolah sudah siap melakukan pengukuran suhu tubuh serta dipersilahkan untuk mencuci tangan dengan hand sanitizer. ***Jajang Sukmana