Besok, Sejumlah 766 Guru di Garut Kota Akan Divaksinasi

0
81

kandaga.id – Pelaksanaan simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas jadi acuan dalam kelanjutan anak didik untuk kembali belajar secara permanen, sehingga diperlukan meyakinkan para orang tua bahwa belajar di sekolah ada jaminan keamanan dari penularan virus Covid-19.

Untuk itu Korwil Pendidikan Kecamatan Garut Kota akan memvaksinasi serentak secara terjadwal selama lima hari kepada sejumlah 766 kepala sekolah beserta pendidik SD dan TK di GOR PGRI Kecamatan Garut Kota mulai tanggal 20 hingga 29 April 2021,  dengan rincian sebagai berikut : Selasa, 20 April (179 peserta); Kamis, 22 April (145 peserta); Sabtu, 24 April (141 peserta); Selasa, 27 April (132 peserta); dan Kamis 29 April (169 peserta).

Korwil Anita Istiani, S.Pd., M.Pd., menuturkan, Pak Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman saat meninjau langsung PTM di dua sekolah mengatakan, saat ini baru 60% guru di Kabupaten Garut yang telah divaksinasi, dan pada tahun ajaran baru nanti semua guru dipastikan telah divaksinasi Covid-19.

“Alhamdulillah, kepala sekolah dan guru dilingkungan Korwil Pendidikan Kecamatan Garut Kota rencananya setelah Idul Fitri 1442 hijriah, namun mendapatkan vaksinasi lebih awal,” ungkapnya, Senin (19/4/2021).

Korwil Anita berharap semua kepala sekolah dan guru agar mengikuti vaksinasi, selain untuk kesehatan dirinya juga untuk memberikan rasa aman, orang tua anak didik tidak merasa was-was saat anaknya melaksanakan PTM di sekolah.

“Vaksinasi ini juga untuk menjawab pertanyaan para orang tua, apakah guru sudah divaksinasi? Dan inilah jawaban kami, bahwa kami selaku pendidik serius dalam menjamin kelangsungan pendidikan khususnya di lingkungan kami,” terangnya.

Terpantau di awal PTM terbatas ini, antusias orang tua untuk kembali anaknya belajar di sekolah luar biasa, dan semua sekolah sudah mensiagakan petugas mulai dari pintu gerbang dengan mengukur suhu tubuh anak didik yang datang, kemudian diarahkan ke tempat cuci tangan dilanjutkan masuk ruangan kelas secara berkelompok sesuai protokol kesehatan. (Jajang Sukmana)***