Guru Penggerak, Agen Influencer Dunia Pendidikan

0
336
DR. Drs. Cecep Firmansyah, M.Pd., dan Drs. Abu Khaer, M.Pd., foto bersama dengan peserta Lokakarya 4 Guru Penggerak angkatan 4 Kabupaten Garut.

KANDAGA.ID – Mengusung tema “Guru Bergerak Indonesia Maju”, sebanyak 66 calon guru penggerak (CGP) dari jenjang TK/PAUD, SD, SMP, dan SMA/SMK mengikuti Lokakarya 4 Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 4 Kabupaten Garut, di hotel Harmoni Jl. Cipanas Baru, Sabtu (16/4/2022).

Tujuan dari lokakarya ini adalah CGP dapat memahami tahapan coaching model tirta pada rekan sejawat, serta bisa menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berdiferensiasi.

Bahkan kata Ketua Penyelenggara, Kabid Ketenagaan Pengembangan Bahasa dan Sastra, DR. Drs. Cecep Firmansyah, M.Pd., lokakarya 4 ini menjadi lokakarya yang spesial karena ketua agen influencer dunia pendidikan guru penggerak adalah P4TKPLB.

Pada kesempatan ini, Kepala P4TKPLB Jawa Barat, Drs. Abu Khaer, M.Pd., hadir melihat pelaksanaan Pendidikan Guru Penggerak (PGP) di Kabupaten Garut. Abu Khaer berpesan, kepada seluruh PP agar bisa mendampingi para CGP dengan baik, sehingga bisa diperoleh guru-guru penggerak hebat dari Kabupaten Garut.

Abu Khaer meminta kepada PP dan CGP bisa menjadi teladan dan menjadi agen-agen influencer perubahan pendidikan khususnya di Kabupaten Garut.

“Jalin komunikasi dan kerjasama yang baik, saling koordinasi dan kolaborasi CGP yang hadir di sini, mereka telah mengalami tes yang sangat ketat sehingga merekalah influencer seseorang yang dapat memengaruhi pemikiran orang lain,” ungkapnya.

Menurutnya, influencer bukan hanya sebagai alat pemasaran, bahkan influencer dapat menuntun masyarakat dalam pengambilan keputusan, dalam hal ini influencer dalam dunia pendidikan.

“Indikator keberhasilan dalam lokakarya 4 ini adalah, calon guru penggerak dapat mengidentifikasi kekuatan, kelemahan dan strategi perbaikan diri dalam pengajaran yang berpihak pada murid, melalui pembelajaran berdiferensiasi,” pungkas Abu Khaer.

Penyusunan perangkat RPP dan modul ajar kurikulum merdeka berdiferensiasi.

Sementara itu, salah seorang peserta lokakarya, Rahayu mengungkapkan dari PGP ini dirinya memperoleh ilmu baru yang sangat berharga dan bermanfaat, sehingga bisa memperbaiki kualitas pembelajaran di sekolahnya.

Rahayu mengekui, setelah masuk dalam pendidikan guru penggerak banyak sekali perubahan di dalam dirinya sebagai seorang guru, seperti semakin kreatif, inovatif dan disiplin. 

“Saya bangga menjadi bagian dari pendidikan guru penggerak dan akan mendharmabhaktikan diri secara utuh menjadi pendidik yang profesional dan berpihak kepada siswa,” janjinya. ***Rahayu Tofan Anugrah/Jajang Sukmana