SD Daya Susila Garut Kota Sosialisasikan Program Sekolah Penggerak

0
291

KANDAGA.ID – Sejak diterapkannya sebagai sekolah penggerak angkatan II pada tanggal, 14 Januari 2022 yang lalu, SD Daya Susila untuk kali pertama mensosialisasikan program sekolah tahun ajaran 2022-2023 dengan memperkenalkan Kurikulum Merdeka kepada seluruh orang tua peserta didik di koridor sekolah, Sabtu (6/8/2022).

Sosialisasi dihadiri Ketua Yayasan Daya Susila, Debiyani Tedjalaksana, Kepala SD Daya Susila, Tedi Rustandi, S.Pd., Ketua Komite PG & TK, Yuliana Amanah, dan Ketua Komite SD, Hotlan Kevin Sagala.

Dalam sebagian sambutannya, Ketua Yayasan Daya Susila menyampaikan, Mendikbudristek punya program yang baik demi kemajuan pendidikan secara global. Dan untuk mendukung semua itu, selain sekolah keterlibatan orang tua sangat dibutuhkan untuk membimbing anak-anak.

“Kreativitas mereka dirangsang, demi kemajuan kedepannya yang berkarakter, cerdas dan berakhlak mulia,” ucap Debiyani.

Ketua Komite PG & TK, Yuliana Amanah menyampaikan, pihaknya sebagai wali murid akan mendukung program pemerintah sekolah penggerak, dan yakin program tersebut untuk kemajuan anak-anak.

Dalam kesempatan ini, Ketua komite SD, Hotlan Kevin Sagala mengenalkan pengurus komite, juga memaparkan program kerja masa 2021-2022 serta agenda 2022-2023.

Hotlan menyampaikan, orang tua yang menyekolahkan anaknya di SD Daya Susila harus turut serta mendukung, untuk kemajuan sekolah. Karena kata Hotlan, sekolah tidak akan berhasil jika tak ada dukungan dari semua pihak terutama orang tua.

“Semua anggaran perencanaan termasuk yang sudah dipergunakan, akan transparan dikemukakan kepada semua orang tua, sesuai dengan 9 nilai pendidikan anti korupsi. Korupsi No, anti korupsi Yes,” terangnya.

Sementara kepala SD Daya Susila, Tedi Rustandi, S.Pd., memaparkan program sekolah sesuai dengan tuntutan zaman yang diharuskan berubah. Untuk itu, dirinya meminta kepada semua orang tua siswa untuk turut serta mendukung dalam mewujudkan projek pelajar Pancasila.

“Setiap anak punya nilai lebih, dan dalam kurikulum Merdeka ini fokus pada penggalian potensi anak, namun itupun tergantung dari lingkungan dan keluarganya masing-masing,” terangnya. ***Jajang Sukmana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here