Marhaban Yaa Ramadhan, SMKN 1 Garut Saling Bermaaf-maafan Sebelum Berpuasa 1443 Hijriah

0
103

KANDAGA.ID – Selamat menunaikan ibadah puasa, semoga Allah memberikan keberkahan dan keridhoan-Nya, menjadikan Ramadhan ini sebagai sarana dalam meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, Aamiin.

Demikian silaturahmi keluarga besar SMKN 1 Garut dengan melakukan saling bermaaf-maafan sebelum melaksanakan ibadah puasa 1443 Hijriah yang digelar di aula terbuka, Sasana Wibawa Mukti, SMKN 1 Garut, Jl. Cimanuk No. 309A, Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jumat (1/4/2022).

Dalam sebagian sambutannya, Kepala SMKN 1 Garut, H. Bejo Siswoyo, STP., M.Pd., menyampaikan terima kasih kepada seluruh keluarga besar SMKN 1 Garut khususnya yang bisa hadir, juga kepada yang tidak hadir karena ada halangan mungkin, semoga ada dalam kelancaran segala urusannya.

Kepala SMKN 1 Garut, H. Bejo Siswoyo, STP

Atas nama pribadi dan keluarga, H. Bejo memohon maaf yang sebesar-besarnya, dan semoga ibadah puasa tahun ini dilancarkan dipenuhi keberkahan, dan dapat menambah keimanan serta ketaqwaan kepada Allah SWT., Aamiin YRA.

Dalam silaturahmi dan keramasan ini, SMKN 1 Garut menghadirkan penceramah KH. DR. Aceng Hilman Umar Basori, S.P., M.Pd., yang menyampaikan tentang puasa wajib dan puasa sunah.

Dia menjelaskan empat puasa wajib yaitu Ramadan, Nazar, Kafarat, dan Qada. Juga tujuh puasa sunah yaitu Senin Kamis, 6 hari di bulan Syawal, Arafah, ‘Asyura, Ayyamul Bid, Sya’ban, dan Daud.

KH. DR. Aceng Hilman Umar Basori, S.P., M.Pd

Selain syarat wajib, sah, rukun, dan hal-hal yang membatalkan puasa, serta orang yang tidak boleh puasa. KH. DR. Aceng Hilman juga menyampaikan hal-hal yang harus dihindari ketika berpuasa. Karena kata KH. DR. Aceng, dapat menghilangkan pahala yaitu, memfitnah/mencela, menggunjing dan marah, mencuri, menipu, berdusta, melihat perbuatan-perbuatan maksiat, memandang lawan jenis dengan syahwat, dan bercerita atau mendengarkan cerita bohong.

Adapun hikmah serta fungsi puasa, KH. DR. Aceng Hilman mengatakan, sebagai upaya untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah, karena ibadah puasa itu merupakan ibadah yang apabila mengerjakannya, termasuk yang bertaqwa.

“Dengan puasa kita melatih kedisiplinan, kejujuran, kepercayaan dan pengendalian diri, memelihara kesehatan, dan sebagai ungkapan syukur kepada Allah yang telah memberikan segala nikmat kepada hamba-Nya,” terangnya.

Selain itu, lanjut KH. DR. Aceng Hilman, puasa merupakan amanah dari Allah, maka kita sebagai umatnya hendaknya selalu berusaha untuk melaksanakan amanah tersebut.

Kemudian, tambah KH. DR. Aceng Hilman, puasa sebagai upaya untuk memupuk rasa kasih sayang terhadap fakir miskin. Untuk itu ucap, KH. DR. Aceng Hilman, orang yang berpuasa hendaknya disempurnakan terhadap fakir miskin.

“Dengan menjalankan puasa Ramadhan secara ikhlas akan diampuni dosa-dosanya yang lalu,” pungkasnya. ***Jajang Sukmana