Bakat Minat Peserta Didik SMKN 10 Garut, Raih Juara Pertama Tingkat Nasional

0
323

SMK Bisa, SMK Eksis, SMKN 10 Garut Juara

kandaga.id – Peserta didik SMKN 10 Garut, Sun Sunardi (XII-MM 3) berhasil meraih juara pertama tingkat Nasional, dalam program pengembangan bakat dan minat peserta didik SMK Leadership Camp Tahun 2021 yang diselenggarakan Direktorat Pembinaan SMK, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada tanggal 24 Agustus 2021.

Raihan prestasi tersebut, dipastikan mendapat apresiasi dari seluruh civitas SMKN 10 Garut, terutama Kepala SMKN 10 Garut, H. Asep Rudiana, M.Pd., termasuk Wakasek Bidang Kurikulum, Rahayu, M.Pd., karena raihan ini sebagai bukti nyata, bahwa bakat dan minat peserta didik SMKN 10 Garut cukup tinggi.

Melalui WhatsApp, Jumat (27/08/2021). Rahayu menjelaskan, dengan tema “Kembangkan Bakat dan Minat, Tingkatkan Kompetensi, Raih Prestasi, Hadapi Globalisasi”, program pengembangan bakat dan minat peserta didik, SMK Leadership Camp Tahun 2021 ini diikuti 255 perwakilan dari seluruh provinsi di Indonesia.

Kegiatan dilaksanakan dalam dua batch yaitu untuk ketua OSIS dan guru yang berlangsung pada tanggal 24 hingga 27 Agustus 2021. Dan batch kedua untuk siswa berprestasi/ketua ekstrakurikuler dan guru yang akan berlangsung pada tanggal 14 hingga 17 September 2021 mendatang.

Leadership camp adalah program pelatihan pengembangan bakat dan minat peserta didik untuk meningkatkan soft skills serta pelatihan guru SMK guna meningkatkan kapasitas dalam mendampingi peserta didik mengembangkan bakat dan minatnya.

Bahkan kata Rahayu, Direktur Jenderal Diksi, Wikan Sakarinto, dalam pembukaan yang berlangsung secara daring, Selasa (24/8/2021) mengatakan, pelatihan bakat dan minat ini untuk meningkatkan soft skills agar guru-guru dapat menciptakan pemimpinan bangsa masa depan. Sementara untuk peserta didik, harus menemukan bakat dan minat sendiri yaitu lakukan apa yang dia cintai dan cintai apa yang dia lakukan.

Lanjut Rahayu, soft skills yang dimaksud Dirjen Wikan mencakup kemampuan kemampuan berkomunikasi, kepemimpinan, kerja sama untuk menyelesaikan masalah, berbahasa Inggris, presentasi, kolaborasi, karakter jujur, kerja keras, rasa syukur, ikhlas, pantang menyerah, dan cinta Indonesia. Untuk itu, berhati-hatilah mendidik peserta didik kita agar makin menguasai soft skills dan memperkuat karakternya.

Sementara Direktur Wartanto kata Rahayu mengatakan, jika peserta didik benar dalam memilih bakat dan minat, maka bisa ditumbuhkan angkanya dan menjadi peluang besar bagi peserta didik untuk berhasil di bidangnya. ***Jajang Sukmana