Barang Milik Negara Hasil Sitaan Tahun 2019 Mencapai Rp 258 Juta Lebih Dimusnahkan

0
234

kandaga.id – Kantor Pelayanan Bea Cukai Tasikmalaya dan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Garut, memusnahkan Barang Milik Negara Hasil Sitaan Tahun 2019, yang terdiri dari tembakau iris, rokok ilegal dan cairan rokok eletrik (Iiquid) sejumlah kerugian mencapai Rp 258.666.300, dimusnahkan. Acara pemusnahan berlangsung di Lapang Setda Garut, Selasa (21/07/2020).

Hadir dalam kegiatan, Saeful Nasution Kepala Kantor Wilayah Direktoraat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Barat, Bupati Garut, Rudy Gunawan, Walikota Banjar Ade Uu Sukaesih, Wakapolres Garut Kompol Abdul Kholik, Ketua PA Hasanudin, Pj. Sekda Garut, Zat Zat Munazat, para Kepala SKPD dan jajaran pegawai Pemkab Garut.

Menurut Kepala Kantor Wilayah DJBC, Saefuloh Nasution, barang sitaan yang dimusnahkan terdiri dari 1.342019 gram tembakau iris dengan potensi kerugian Rp. 143.507.800 (kerugian negara Rp. 27.892.470), dan 194.040 batang rokok ilegal potensi kerugian Rp 69.160.500 (kerugian negara Rp. 78.710.850). Selain itu sebanyak 14.7 liter cairan rokok eletrik (Iiquid ) nilai barang Rp 29.260.000 kerugian negara Rp. 19.604.200.

Bupati Garut Rudy Gunawan bersama Wali Kota Banjar Ade Uu Sukaesih, dan pejabat lainnya, memusnahkan Barang Milik Negara Hasil Sitaan Tahun 2019, di Lapang Setda Garut, Selasa (21/07/2020). (Foto : Deni Septyan/Diskominfo Garut)

“Sementara untuk hasil penindakan Satpol PP Kabupaten Garut kerugian negara dari minuman keras dengan nilai barang Rp 15.888.000 dengan potensi kerugian negara Rp. 6.778.845, rokok ilegal sebanyak 1.660 batang nilai barang Rp.830.000 potensi kerugian negara Rp.838.300, tembakau iris 200 gram nilai barang Rp.20.000 kerugian negara Rp.4.000,” terangnya.

Saefulloh menyebutkan, barang – barang yang dimusnahkan hari ini merupakan tindakan melanggar hukum sesuai pasal 54 UU nomor 39 tahun 2007 perubahan UU nomor 11 tahun 1995 tentang Cukai.

“Karena barang ini tidak diperbolehkan untuk dilelangkan, maka sesuai aturan barang tersebut harus dimusnahkan,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Garut, Rudy Gunawan mengatakan, Pemkab Garut sangat serius dalam menanggulangi dan pencegahan melalui sosialisasi perihal kerugian negara akibat cukai, pada tahun 2018 Pemkab Garut menganggarkan Rp 2 miliar untuk mensosialisasikan cukai ke kecamatan-kecamatan yang ada di Kabupaten Garut.

“Namun sayang anggarannya tidak terserap optimal, kami sudah ke Pameungpeuk dan wilayah lainnya dalam upaya penyadaran masyarakat terkait kepatuhan terhadap cukai, dan alhamdulilah ada hasilnya,” ungkap bupati.

Bupati Rudy menambahkan, untuk di Kabupaten Garut yang tidak bercukai kebanyakan yaitu minuman keras dan rokok ilegal, terkait minuman keras Garut memiliki sejarah buruk, dimana dalam satu hari pernah terjadi korban meninggal dunia 22 orang akibat minuman keras. Tentunya dengan sinergitas para penegak hukum ini dapat meminimalisir kerugian negara akibat pelanggaran cukai.

“Kami hari ini menerima dana dari hasil cukai rokok itu 23 miliar, kami berikan di antaranya untuk ambulans, untuk sarana kesehatan dan kami juga memberikan kepada stakeholder diantaranya adalah para pengusaha yang tergabung di tembakau dan sebagainya,” pungkasnya. (Jajang Sukmana/mediacenter.garutkab.go.id)***