Efek Pandemi, Lulusan SMAN 1 Garut Mengalami Penurunan Jumlah Lolos ke PTN

0
112
Kepala SMAN 1 Garut, Drs. Sumpena Permana Putra, SH., M.MPd., saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (15/6/2021).

kandaga.id – Pandemi Covid-19 sudah setahun lebih bercokol di Indonesia dan selama itu pula terjadi perubahan dalam kebiasaan di masyarakat, khususnya dikalangan pendidikan tempat menempa generasi bangsa yang kian hari kian menurun.

Salah satunya SMAN 1 Garut, sebelum pandemi peserta didik yang lolos ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di atas 100%. Tapi mungkin karena efek pandemi Covid-19 di tahun ajaran 2020/2021 ini mengalami penurunan.

“Alhamdulillah meski mengalami penurunan tapi tetap SMAN 1 Garut menduduki posisi teratas di Kabupaten Garut dalan jumlah peserta didik yang lolos masuk perguruan tinggi negeri,” terang Kepala SMAN 1 Garut, Drs. Sumpena Permana Putra, SH., M.MPd., Selasa (15/6/2021).

Menurutnya, penurunan ini sebenarnya bukan akibat dari tidak antusias peserta didik untuk melanjutkan pendidikan, namun ada keraguan dari pihak perguruan tinggi, atas nilai akademik peserta didik SMAN 1 Garut di masa pandemi ini tidak jauh berbeda dengan tahun sebelum pandemi.

“Belajar di SMAN 1 Garut tidak mengenal pandemi atau tidak, walaupun belajar tidak tatap muka. Semua guru berjibaku bahu membahu dalam menempa peserta didik dengan berbagai upaya, baik tugas dan belajar secara virtual, kami tak henti untuk mengedepankan kualitas dan kuantitas lulusan,” tambah Ketua MKKS SMA Kabupaten Garut ini.

Diketahui lulusan SMAN 1 Garut tidak diragukan lagi, dan diakui berbagai kalangan masyarakat, sehingga SMAN 1 Garut ini jadi pilihan utama masyarakat dalam menyekolahkan anaknya untuk meniti pendidikan dan karier selanjutnya.

“Kami akan tetap mengutamakan kualitas lulusan, kami tetap akan menjaga kepercayaan masyarakat khususnya Kabupaten Garut, dan Provinsi Jawa Barat,” ucapnya.

Lanjut Sumpena, meski tidak tatap muka, Wakasek Kesiswaan di SMAN 1 Garut ini bagaikan kepala sekolah di sekolah lain, sibuk mengatur dan memonitor kegiatan pembelajaran baik kepada guru dan peserta didik.

“Semua peserta didik SMAN 1 Garut tidak terlepas dari tugas dan pengawasan, itu semua kami lakukan demi menjaga kualitas lulusannya,” pungkasnya. (Jajang Sukmana)***